Jakarta (Lampost.co) -- Peta suara pemilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi diprediksi akan bersaing ketat di wilayah Sumatera. Dalam rilis lembaga survei Alvara Jokowi-Ma'ruf masih kalah dari Prabowo di wilayah ini.

CEO Alvara Hasanuddin Ali menjelaskan, peta pertarungan Jokowi dan Prabowo diprediksi sangat ketat. Jokowi dinilai sulit mengungguli Prabowo di Sumatera.

"Secara tradisional sejak 2014 punya Prabowo sampai hari ini masih belum berubah," kata Hasanuddin di acara Prime Time News Metro TV, Senin 27 Agustus 2018. 

Beberapa wilayah yang menjadi basis pemilih Prabowo di antaranya di Sumatera Barat, Riau dan Aceh. Ketiga wilayah ini diprediksi menjadi lumbung suara Prabowo.

Sementara di wilayah Lampung, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara kedua capres saling memperebutkan suaranya. Meski begitu Prabowo diprediksi tetap unggul.

Menurut Hasanuddin, yang dilakukan Jokowi saat ini adalah memperpendek margin selisih suaranya dengan Prabowo. Di tengah terus memperbesar suara mereka di Jawa.

"Posisi KH Maruf secara tradisional lebih kuat di Jawa. NU secara keormasan kuat di Jawa sementara di Sumatera tidak terlalu kuat," pungkasnya.

CEO lembaga survei Alvarado Hasanuddin Ali menjelaskan Pulau Jawa dan Sumatera mendominasi 78,5 persen suara nasional di Pilpres 2019. Jokowi unggul di Pulau Jawa sementara Prabowo Subianto unggul di Sumatera. 

"Di Jawa Jokowi-Ma'ruf unggul 61,7 persen, Prabowo-Sandi 27,5 persen. Di Sumatera Prabowo-Sandi unggul 48,9 persen, Jokowi-Ma'ruf 41 persen," jelas Hasanudin di Hotel Oria, Jakarta Pusat, Minggu 26 Agustus 2018.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR