BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Ketua BANI wilayah Palembang Joni Emirzon mengatakan dalam lima tahun terakhir penyelesaian sengketa dan pelibatan lembaga arbitrase terus meningkat, baik sengketa jasa kontruksi maupun kontrak bisnis perusahaan yang mencantumkan arbitrase dalam perjanjian bisnisnya.

"Arah politik bisnis pelan-pelan sudah menunjukkan arbitrase memiliki peran penting. Contoh, dalam undang-undang jasa kontruksi yang mengamanatkan tahapan penyelesaian sengketa melalui mediasi, konsolidasi, dan arbitrase. Jadi semuanya tidak harus selalu ke pengadilan, kecuali kontrak dari awal melalui pengadilan," kata Joni dalam diskusi arbitrase di kantor Sapta Colsultant, Jumat (14/9/2018).



Berita Terkait:

33 Persen Perkara Arbitrase Berasal di Jasa Kontruksi

Sebab, lanjut dia, ditengah persaingan global, pelaku bisnis membutuhkan notaris dan konsultan yang handal, serta memahami fungsi arbitrase. Dengan melakukan kontrak bisnis maka pelakunya harus siap bersaing dan memahami kontrak agar tidak dibohongi. "Untuk mengantisipasinya arbitrase patut dicantumkan dalam kontrak perjanjian kerja," ujarnya.

Mahasiswa Motor Penggerak Pengembangan Arbitrase

Arbiter asal Lampung, Saptarini mengatakan mahasiswa merupakan motor penggerak perkembangan lembaga arbitrase dimasa mendatang. Sebab, pelajar muda itu adalah kalangan yang akan memasuki dunia kerja baik pelaku bisnis maupun karyawan swasta atau pemerintahan.

"Dengan mengetahui sejak awal penyelesaian sengketa itu bisa melalui cara yang mengedepankan itikad baik, maka mahasiswa ini didunia kerja nanti bisa memilih arah yang lebih mendapat win solution. Tapi, arbitrase hanya untuk pebisnis dan pihak beritikad baik, karena jika mau curang, jangan pakai arbitrase," kata arbiter pertama di Lampung itu.

Untuk itu, lanjutnya, sosialisasi penyelesaian sengketa melalui jalur arbitrase tidak hanya diberikan ditingkatan pelaku bisnis dan UMKM saja, tetapi dimulai dari level perguruan tinggi dengan melibatkan mahasiswa dan dosen agar paham mekanisme dan fungsinya.

Baca Juga:

FH Unila dan BANI Tandatangani Kerja Sama Arbitrase

Kembangkan Keilmuan Arbitrase, UBL Gandeng BANI dan IARBI

"Makanya kami coba menyatukan pelaku usaha baik perusahaan swasta, negeri, UKM, instansi pemerintah, dan lembaga publik agar jika terjadi perselisihan maka alternatifnya diselesaikan secara baik dan memiliki peluang besar untuk win-win solution-nya selain jalur pengadilan," tuturnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR