JAKARTA (Lampost.co) -- HappyFresh mengumumkan kerja sama dengan Mastercard Indonesia di Jakarta, Senin (25/9/2017).
HappyFresh merupakan penyedia layanan grocery shopping online groceries dari supermarket serta specially store pilihan yang telah menjadi mitra HappyFresh. Sedangkan Mastercard (NYSE:MA) merupakan perusahaan teknologi pada institusi keuangan global.
Melalui program ini, setiap pelanggan yang berbelanja kebutuhannya secara online melalui aplikasi mobile dan situs HappyFresh, serta melakukan transaksi pembayaran dengan kartu kredit berlogo Mastercard akan mendapat potongan harga sebesar Rp25 ribu dengan minimum pembelanjaan sebesar Rp500 ribu tidak berlaku kelipatan.
Fajar Adhitya Budiprasetyo, co-founder HappyFresh and Chief Technology Officer HappyFresh Group, mengatakan
untuk memberikan berbagai keuntungan tambahan khususnya bagi para pelanggan yang telah memanfaatkan kartu pembayaran mereka dalam berbelanja kebutuhan harian secara online melalui aplikasi dan situs web HappyFresh.
Pihaknya akan terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas layanan.
Kolaborasi dengan Mastercard ini juga membantu mewujudkan komitmen pihaknya untuk tidak hanya menyediakan fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, namun juga memberikan rasa aman bagi para pelanggan.
Dengan memanfaatkan solusi dan teknologi Mastercard, para pelanggan yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, Surabaya, serta Bandung, dapat memesan dan membayar barang belanjaan mereka melalui pembayaran nontunai tanpa perlu khawatir dan tidak perlu repot menyiapkan uang tunai saat menerima hasil belanja mereka dari para kurir kami.
Tommy Singgih, Director Mastercard Indonesia, mengatakan pihaknya memahami layanan pesan antar, termasuk untuk belanja grocery dan bahan makanan, telah menjadi bagian penting dalam keseharian masyarakat, terutama di tengah padatnya jadwal serta kemacetan lalu lintas khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan wilayah penyangganya, Bandung dan Surabaya.
Karena itu, pihaknya gemb adanya kerjasama ini sebagai solusi untuk dapat mempermudah dan membuat kegiatan belanja mereka menjadi lebih praktis.
Didukung tenaga personal shopper dan kurir profesional yang akan mengantarkan pesanan berkualitas terbaik secara tepat waktu, serta dilengkapi dengan keuntungan tambahan yang dapat diperoleh, Tommy yakin program kerja sama ini akan disambut baik masyarakat.
Berdasar pada studi Mastercard Mobile Shopping 2017, terdapat sebanyak 58,5% responden di Indonesia sepanjang tahun 2016 yang telah menggunakan smartphone membeli secara online selama tiga bulan terakhir.
Fleksibiltas dan kenyamanan (49,9%), serta kemudahan belanja online dengan kehadiran beragam aplikasi (43,5%) merupakan alasan utama mereka dalam melakukan mobile shopping.
Tommy Singgih menambahkan tingginya penggunaan smartphone di Indonesia membuat masyarakat menjadi lebih mudah untuk terus terhubung dan bertransaksi di mana pun dan kapan pun.
Hal tersebut juga mendorong mereka untuk memiliki sebuah pengalaman pembayaran yang lebih cepat, mudah dan aman dalam setiap transaksi pembayaran mereka, termasuk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Untuk itu, kami sangat mendukung inisiatif dari HappyFresh untuk memberikan nilai tambah bagi para pelanggan yang telah menggunakan pembayaran nontunai," katanya.
Pihaknya juga akan terus mendukung langkah mereka dalam menghadirkan layanan inovatif.
Fajar dan Tommy senada mengatakan kemitraan ini merupakan bukti nyata dari kedua perusahaan untuk terus mendukung inisiatif Pemerintah Indonesia menuju less cash society melalui Gerakan Non-Tunai Nasional (GNTN) yang dicanangkan Bank Indonesia.
Ke depan, HappyFresh dan Mastercard akan menyediakan lebih banyak program menarik untuk mendorong masyarakat Indonesia serta membiasakan diri mereka memanfaatkan pembayaran nontunai dalam kehidupan sehari-hari guna memperoleh pengalaman pembayaran yang lebih nyaman, aman dan menguntungkan.
Program kemitraan ini dapat dinikmati para pelanggan setiap hari sepanjang tahun dari tanggal 28 September 2017 hingga 27 September 2018.
 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR