BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Beredarnya surat edaran tentang sumbangan Tunjangan Hari Raya (THR) dengan dalih untuk petugas kebersihan yang dilakukan oleh petugas Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, kepada pihak swasta. 
Dengan modus berbeda juga terjadi di Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjungkarang Timur, dimana surat edaran berisi tentang pembayaran dan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), namun pada surat edaran dalam maap terdapat amplop berisi ucapan selamat hari raya dan pihak swasta diharuskan mengisi sejumlah uang yang kemudian akan diambil kembali oleh petugas Kelurahan atau Kecamatan setempat. 

Menanggapi hal itu, Dedy Hermawan, Pengamat Kebijakan Publik mengatakan bahwa hal tersebut terhadap momentum perayaan hari raya haruslah memiliki dasar hukum yang jelas. Sehingga tidak terjadi kesalah pahaman antara pemerintah dan pihak swasta. 



“Permintaan itu harus ada dasar hukumnya, kalau tidak ada dasar hukum maka pihak masyarakat akan berkeberatan. Apalagi larangan untuk pemberian parsel sudah menjadi kebijakan hukum secara nasional,  hendaknya itu menjadi perhatian oleh seluruh pemerintahan,” ujarnya saat dihubungi Lampost.co, Kamis (23/5/2019). 

Menurutnya, perlu ditinjau kembali aspek legalitas dan dipertimbangkan. Bahkan termasuk himbauan dan permohonan pun dilakukan karena nanti akan menjadi perseden. “Transparansi dan akuntabilitas untuk penarikan keperluan THR itu harus diperjelask kembali. Termasuk tujuan pemberian itu disampaikan secara jelas, sehingga masyarakat paham dan tidak ada spekulasi,” lanjutnya. 
Untuk tindakan pencegahan agar kedepan budaya permintaan THR ataupun parsel dari pihak swasta tidak terulang kembali,  maka pembinaan secara internal harus lebih digiatkan terutama kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). 
Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN terkejut ketika diberitahukan tentang adanya permintaan THR dari beberapa Kecamatan terhadap pihak swasta. Dirinya geram dan mengatakan agar seluruh ASN tidak melalukan tindakan tersebut. 

“Kecamatan sama Kelurahan mana, inikan sudah dilarang enggak boleh minta-minta THR. Semua camat akan saya panggil, mau siapapun lurah atau camat. Inikan mau lebaran jangan sampai ada macem-macem,” tegas Herman.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR