BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Unit Tranpusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung menyatakan hingga H+5 hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah, permintaan darah masih cendrung stabil yaitu 120 kantong per-hari. Namun, biasanya peningkatan terjadi pada H+7 Lebaran.

"Kalau berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, peningkatan permintaan darah terjadi mulai dari H+7 lebaran. Biasanya di H+7 itu memang rawan kekurang stok darah," kata Kepala UTD PMI Lampung, Aditya kepada Lampost.co, Kamis (21/6/2018).



Untuk mensiasati peningkatan tersebut, pihaknya bersama teman-teman UTD yang lain terus melakukan komukasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, mulai dari perusahaan swasta, pemerintahan untuk menjadwalkan agenda donor darah.

"Kita juga terapkan sosialisasi via online, minimal himbauan dan mengajak masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Kantor kami tidak pernah tutup, jam berapa aja selalu buka," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan untuk di musim mudik tahun 2018, permintaan darah masih cenderung stabil, atau sebatas normal. Bahkan, mengalami penurunan dari angka normal. "Biasanya permintaan darah naik itu, kalau ada musibah. Misalkan kecelakaan yang fatal, tapi alhamdulillah hal itu tidak terjadi," tegasnya.

Untuk diketahui stok darah UTD PMI tertanggal 21 Juni 2018 pkl, 14:24:34, yaitu pertama. Produk darah PRC, golongan darah A sebanyak 40 kantong, B sebanyak 30 kantong, AB sebanyak 45 kantong, dan O sebanyak 28 kantong. Kedua, produk WB, golongan darah A sebanyak 8 kantong, B sebanyak 3 kantong, AB sebanyak 3 kantong, dan O sebanyak 8 kantong. Ketiga, produk TC, golongan darah A sebanyak 94 kantong, B sebanyak 72 kantong, AB sebanyak 25 kantong, dan O sebanyak 76 kantong.

Keempat, produk LP golongan darah A sebanyak 503 kantong, B sebanyak 412 kantong, AB sebanyak 141, dan O Sebanyak 551 kantong. Kelima, produk FFP golongan darah A sebanyak 16 kantong, B sebanyak 2 kantong, AB kosong, dan o sebanyak 12 kantong.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR