BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Permen semprot yang dikonsumsi siswa SDN 1 Olok Gading terbukti mengandung 0,2 mg Arsen. Hal itu berdasarkan pemeriksaan Puskesmas Bakung di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Dinkes Lampung.

Terkait hal tersebut Rahmat sang pedagang, mengaku tak mengetahui hal itu. Ia menjualnya karena memiliki tampilan menarik.



Baca juga: Permen Semprot yang Dikonsumsi Murid SD Mengandung Arsen

"Tampilannya menarik, jadi saya pikir itu pasti laku kalau dijual, tidak tahu kalau bisa bikin keracunan," kata dia di SDN 1 Olok Gading, Rabu 11 September 2019.

Ia mengaku baru mengetahui hal tersebut setelah kejadian itu. Ia dihampiri oleh pihak sekolah setelah mendapat laporan dari muridnya.

"Saya juga baru sekali itu menjual jajanan itu (permen semprot), sebelumnya tidak pernah," jelasnya.

Ia mengatakan mendapat dagangan tersebut dari sebuah toko di Pasar Cimeng, Teluk Betung Selatan. Pedagang di pasar pun tidak memberitahu ihwal zat yang terkandung dalam jajanan itu, lanjut Rahmat.

Berdasarkan keterangan Puskesmas Bakung, jumlah Arsen yang terkandung dalam jajanan tersebut termasuk tinggi. Batas minimal kandungan zat itu adalah 0,05. Jumlah tersebut memberikan efek langsung seperti mual, pusing, lemas, dan pandangan kabur.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR