BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Guna menangkal paham radikal (radikalisme) dan intoleransi di lingkungan kampus, maka perlu adanya media dialog di kampus itu supaya membuka cakrawala baik bagi mahasiswa maupun dosen.
Hal itu sampaikan Rektor Universitas Bandar Lampung Yusuf Barusman, saat dikonfirmasi Lampost.co, Kamis (17/5/2018). Dialog diperlukan agar memahami pola beragama seperti apa yang paling pas di Indonesia.

"Karena ini kan memang ada beberapa kelompok yang sedang semangat dalam beragama, disisi lain tanpa ada proses, instans instans saja, sehingga muncul ideologi ideologi yang dikatakan radikal," kata Yusuf.
Menurut dia, memang sudah menjadi kewenangan kampus untuk memilih siapa penceramah yang paling pas. Namun alangkah lebih baik jika dibuka saja dialog terkait keberagaman dalam frame Bhineka Tunggal Ika. "Sehingga tidak terjadi benturan," kata dia. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR