MENGGALA (Lampost.co) -- Memperkosa anak di bawah umur, Jarni alias Dawok warga Tiyuh Margajaya, Kecamatan Gunungagung, Tulangbawang Barat ditangkap aparat Kepolisian Sektor Gunungagung.

Kapolsek Gunungagung AKP Tri Handoko menjelaskan, aksi bejat yang dilakukan Jarni terhadap SI bocah berusia 14 tahun warga Kabupaten Way Kanan terjadi, Kamis (28/2/2019) 19.30 WIB. Aksi bejat pelaku terungkap, karena korban melaporkan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya, beberapa saat usai kejadian.



Jarni akhirnya ditangkap anak buahnya bersama Personel Satreskrim Polres Tulangbawang saat tengah berada di Rumah Makan Tadilla, Tiyuh Cahyorandu, Kecamatan Pagardewa, Tubaba, Jumat (1/3/2019), sekira pukul 22.00 WIB.

"Pelaku mengunci dan memperkosa SI di dalam toilet warung tempat korban bekerja di Tiyuh Tunasjaya Kecamatan Gunungagung," kata Tri, kepada lampost.co, Sabtu (2/3/2019).

Menurut keterangan SI, jelas Tri, pelaku sudah dua kali mencoba merayu dan mengajak korban untuk berhubungan intim. Pertama pukul 10.30 WIB, pelaku mendatangi korban yang sedang bekerja di warung. Pelaku merayu korban untuk berhungan intim. Tapi karena korban tidak mau, pelaku langsung menarik korban ke dalam kamar mandi. Disana korban memberontak sehingga pelaku hanya bisa memegang payudara dan menarik celana korban, lalu pelaku menyelipkan uang Rp150 ribu dan pergi. 

Kedua sekira pukul 13.00 WIB, pelaku kembali datang ke warung tempat korban bekerja dan meminta izin kepada pemilik warung untuk mengajak korban jalan ke Pasar Unit 2 dengan menggunakan mobil miliknya. Ditengah perjalanan di areal kebun karet, pelaku kembali merayu korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri, namun korban kembali menolak. Bahkan, pelaku sempat mencium dan meraba-raba payudara korban dan akhirnya pelaku bersama korban kembali pulang ke warung tempatnya bekerja.

Kemudian, lanjutnya, pelaku membali mendatangi korban sekira pukul 19.30 WIB. Kali ini pelaku datang sambil membawa minuman dingin yang diberikan ke korban. Setelah korban meminumnya, kepala korban menjadi agak pusing, lalu korban menuju ke kamar mandi untuk buang air kecil. Karena mati lampu korban tidak menyadari jika pelaku sudah menunggu di dekat kamar mandi tersebut, usai membuang air kecil, pelaku kembali mengajak korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri, namun kembali ditolak. Sehingga pelaku nekat menarik dan membawa korban ke dalam toilet untuk memuaskan nafsu birahinya.

"Usai melakukan aksi bejatnya pelaku langsung pergi dan meninggalkan korban," kata Tri.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR