BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Subdit II Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung telah berkomunikasi dengan salah satu terperiksa dugaan pemalsuan akta jual beli (AJB) tanah seluas 8,5 hektare di Desa Jatimulyo, Kecamatan Jatiagung, yakni SG (65), Mantan Kepala Desa Jatimulyo, yang kini menjabat sebagai Anggota DPRD Lampung Selatan itu.

Kasubdit II Ditreskrimum Polda Lampung, AKB Ruli Andi Yunianto mengatakan, pihaknya sudah menghubungi SG agar menghadiri panggilan penyidik, dan SG meyanggupi pemanggilan tersebut pada Kamis (20/7) besok. Jika dalam tiga kali tidak memenuhi panggilan, pihak Subdit II akan melakukan jemput paksa.



"Sudah saya hubungi, dia bersedia hadir diperiksa sebagai saksi kamis besok (red hari ini)," ujar Ruli.

Terkait pemeriskaan empat orang sebelumnya yakni JM (60) mantan Kepala Dusun Jati Sari, DJ (72) mantan Sekdes Jatimulyo, SJ (65) pensiunan PNS, dan SM (65), ia belum bisa memaparkan karena hasil pemeriksaan sebelum gelar perkara merupakan rahasia penyidik.

Tetapi Ruli menjelaskan perkara ini terkait dugaan penyerobotan dan penyimpangan tanah dalam pembuatan AJB (Akte Jual Beli).
Menuruntya, pelapor berinisial (TT) mewakili sembilan orang penggarap lainnya, mengaku sudah memiliki surat izin penggarapan lahan tersebut.

"Ya ini perkara awalnya dari terlapor, mereka merasa diserobot lahannya," kata perwira menengah Polda Lampung itu.

Pihak Subdit II belum bisa menentukan adanya tersangka atau tidak paska seluruh saksi selesai diperiksa. Dalam melakukan gelar perkara, pihaknya melihat hasil pemeriksaan. Jika, pemeriksaan SG selesai siang hari, dirinya akan menggelar perkara sore hari. Namun, jika pemeriksaan itu selesai sore hari, pihaknya akan menggelar perkara hari Jumat.

Sebelumnya, empat dari lima terpersiksa dugaan pemalsuan akta jual beli (AJB) tanah seluas 8,5 hektare di Desa Jatimulyo, Kecamatan Jatiagung memenuhi panggilan penyidik dari Subdit II Ditreskrimum Polda Lampung, Selasa (18/7).

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR