BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Perkara ujaran kebencian, Berliana Lovel wanita yang diduga menghina provinsi Lampung dengan sebutan "tanaman hias atau binatang buas" jalan ditempat. 
 
Sebab, semenjak dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh penyanyi Andhika Maesa pada (18/6/2019), hingga saat ini belum ada kejelasan, apakah sudah ada Pemeriksaan saksi-saksi, atau Pemanggilan Terlapor untuk diminta keterangan. 
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombepol Argo Yuwono pun tak menjawab, saat ditanya pada Jumat (5/7/2019). Pertanyaan serupa juga sudah ditanyakan beberapa kali di hari-hari sebelumnya namun tak ada respon. 
 
Hal ini tentunya mendapatkan tanda tanya dari masyarakat Lampung, sejauh mana perkembangan Perkara tersebut. Sementara akun Instagram pelaku @berlliana.lovel yang awalnya menutup semua komentar di feed Instagram akibat cemooh warga, kini mulai aktif kembali. 
 
Bahkan terlihat sorotan insta story wanita itu, sebenarnya sudah pernah mengunjungi provinsi Lampung, kendati ia pura-pura tidak tahu dan mengeluarkan kata hinaan ke provinsi Bumi Ruwai Jurai. 
 
Dari pantauan Lampost.co ia mengunjungi tempat seperti masjid Apung Pantai Sari Ringgung Pesawaran, Hotel Novotel, Pantai Kelapa Rapet Pesawaran, Hotel Bukit Randu, Taman Satwa Lembah Hijau, bahkan kawasan perumahan Spring Hill. Postingan tersebut dalam waktu 31 sampai 11 Minggu yang lalu. 
 
Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat Lampung bereaksi atas dugaan ujaran berbau SARA atas pernyataan perempuan berinisial Berliana Lovel yang juga sempat viral di media sosial. 
 
Solidaritas Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) dan Aliansi Masyarakat Cinta Damai (Almacida) Lampung meminta kedua oknum itu ditindak tegas oleh aparat kepolisian. 
 
Ia melalui akun instagramnya mempertanyakan apakah Lampung sejenis tanaman hias atau binatang buas?. "Apa Lampung? Itu sejenis tanaman hias atau binatang buas sih? Aduh aku enggak tahu daerah perkampungan seperti itu. Aku agak alergi gitu," kata BN dalam akunnya. 
 
Rokhimi  perwakilan Almacida Lampung, membuat lima pernyataan sikap yang diantaranya meminta aparat kepolisian menindak tegas oknum yang disinyalir telah membuat keresahan atas ujaran kebenciannya.  
  
Mereka juga mengajak Pemerintah Provinsi Lampung untuk segera mengadakan rekonsiliasi dengan mengadakan musyarawah bersama tokoh adat dan seluruh elemen masyarkat. 
 
Sementara Ketua SPRI Lampung Badri menegaskan isu SARA harus dicegah sedini mungkin. Sebab, isu SARA rentan menimbulkan gejolak bahkan keributan antar masyarakat. 
 
"Kami akan melapor ke Polda Lampung, karena kita lihat sampai hari ini belum ada titik terang terkait ujaran kebencian Berliana Novel di Polda Metrojaya. Tindakan tegas kepolisian menjadi langkah antisipasi supaya tidak terjadi kembali," katanya. 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR