BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dalam rangkaian HUT ke-48 yang jatuh pada Selasa, 10 Juli 2018, PT. Bank Bukopin, Tbk. Cabang Bandar Lampung telah melakukan acara syukuran di Kantor Cabang Bandar Lampung, Jalan Raden Intan No. 138 C, Enggal, Bandar Lampung.

 Pada momen HUT tersebut, Pemimpin Cabang Bank Bukopin Bandar Lampung Abadi Nugroho Yanuarkus, menjelaskan beberapa hal yang terkait dengan kondisi PT. Bank Bukopin saat ini, diantaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah mengeluarkan surat pernyataan efektif atas rencana Penawaran Umum Terbatas IV (rights issue) Bank Bukopin pada 29 Juni 2018.



Dengan diperolehnya pernyataan efektif dari OJK, Bank Bukopin saat ini mulai melakukan Penawaran Umum Terbatas IV (PUT IV) kepada para pemegang saham Perseroan atas sebanyak-banyaknya 2,73 miliar saham Kelas B dengan nilai nominal Rp100 per saham yang akan ditawarkan melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Eko Rachmansyah Gindo mengatakan setelah proses rights issue, rasio kecukupan modal Bank Bukopin akan meningkat. “Kami bersyukur proses rights issue Bank Bukopin secara umum berjalan sesuai rencana,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (11/7/2018).

Rights issue, kata dia, merupakan salah satu aksi korporasi yang telah direncanakan Perseroan untuk direalisasikan pada tahun ini. Melalui serangkaian aksi korporasi, diantaranya rights issue, revaluasi asset dan divestasi, Bank Bukopin menargetkan rasio kecukupan modal Perseroan dapat kembali tumbuh hingga mencapai 14%.

Dia menjelaskan dalam proses PUT IV ini, pemegang saham yang mendapatkan HMETD adalah yang tercatat memiliki saham Bank Bukopin hingga 11 Juli 2018. Kemudian, periode perdagangan saham dilakukan mulai tanggal 13 Juli 2018 s/d 25 Juli 2018 dan selanjutnya penjatahan dilakukan pada tanggal 27 Juli 2018.
 

Pembeli Siaga

 Terkait dengan proses rights issue tersebut, setelah dilakukan proses due diligence, telah disepakati bahwa KB Kookmin Bank akan menjadi pembeli siaga (standby buyer) saham Bank Bukopin yang ditawarkan tersebut.

“Sebagai Pembeli Siaga, KB Kookmin Bank berkomitmen untuk membeli sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham saat ini, sebanyak-banyaknya sebesar 2,56 miliar saham pada harga penawaran Rp570 per saham,” ujar Direktur Keuangan dan Perencanaan PT Bank Bukopin Tbk M. Rachmat Kaimuddin.

Sementara PT Bosowa Corporindo sebagai Pemegang Saham Pengendali Perseroan telah menyatakan tidak akan melaksanakan haknya dalam PUT IV ini.

Jika seluruh HMETD dilaksanakan, pemegang saham yang tidak menggunakan haknya akan terdilusi kepemilikan sahamnya sebesar 23,08% dari sebelumnya.

Per 31 Maret 2018, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo sebanyak 30%, Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) sebanyak 18,09%, Negara RI 11,43% dan selebihnya sebanyak 40,48% dikuasai oleh masyarakat.

Dia menambahkan Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen Mikro, UKM, dan Konsumer serta didukung oleh segmen Komersial. Sesuai dengan moto ‘Memahami dan Memberi Solusi’, Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya dengan melakukan modernisasi infrastruktur TI serta menyiapkan beragam produk dan layanan berbasis perbankan digital seperti aplikasi Bukopin Mobile, B Wallet, dan tabungan digital Wokee.

Hingga Maret 2018, Bank Bukopin beroperasi di 23 provinsi, dengan 43 kantor cabang utama, 175 kantor cabang pembantu, 104 kantor kas, dan 863 mesin ATM.

Saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (30,00%), Kopelindo (18,09%), Negara RI (11,43%), dan Publik (40,48%).

 

KB Kookmin Bank

KB Kookmin Bank (“Kookmin”) adalah bank penyalur kredit terbesar dan pemimpin pasar pada segmen kredit rumah tangga (termasuk kredit perumahan) di Korea yang memiliki lebih dari 30 juta nasabah dan menguasai pangsa terbesar pada layanan Internet banking.

Per Desember 2017, total aset Kookmin mencapai 329,8 triliun Won (+/- Rp4.187 triliun). KB Kookmin Bank didirikan pada tahun 2001 yang merupakan hasil merger antara Kookmin Bank dengan Housing & Commercial Bank yang masing-masing telah berdiri pada 1963 dan 1967.

Selain di Korea, Kookmin telah hadir di 10 negara di seluruh dunia dan memiliki kantor antara lain di New York, London, Tokyo, dan Hong Kong.

Saham KB Kookmin Bank dimiliki 100% oleh KB Financial Group (KBFG). KBFG merupakan perusahaan jasa keuangan terkemuka dengan beragam lini produk dan layanan keuangan. Pada Desember 2017, total aset KBFG mencapai 436,8 triliun Won (+/- Rp5.545 triliun). Saham KBFG tercatat pada New York Stock Exchange (NYSE) dan Korea Exchange (KRX).

 

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR