JAKARTA (Lampost.co) -- Menjelang musim mudik Lebaran, banyak orang telah mempersiapkan segalanya untuk persiapan bepergian ke kampung halaman. Mulai dari membawa banyak barang bawaan, oleh-oleh untuk keluarga di kampung atau barang pribadi. Banyaknya barang yang dibawa pastinya membuat bagasi mobil terasa kurang besar.

Penggunaan roof box sebagai bagasi tambahan mobil yang disematkan di atas atap mobil menjadi solusi praktis dalam membawa barang bawaan berlebih tersebut. Kendati demikian, pemasangan roof box tersebut dikatakan harus lebih waspada saat berkendara.



Hal ini diungkapkan Founder Rifat Drive Lab, Rifat Sungkar di Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut dia, pemasangan roof box secara tidak langsung memindahkan bobot lebih ke atas dan hal tersebut memerlukan kesiapan kendaraan tersebut.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bagi mobil yang sudah dipasang roof box sebaiknya ubah perilaku berkendara, misalnya jangan buat angle steer yang besar saat di tikungan. "Caranya manfatkan lebar jalan, seperti racing line saat balapan. Kemudian kecepatan menikung harus dikurangi jika dibanding saat tidak terpasang roofbox," kata Rifat.

Dia menambahkan, sesuaikan juga tekanan angin pada keempat ban mobil dengan mengacu pada patokan informasi tekanan angin yang disarankan yang terdapat di dekat pintu pengemudi. "Pakai ukuran (tekanan angin) saat bobot kendaraan penuh," ucap dia.

Rifat juga menyarankan bagi yang akan membeli roof box sebaiknya jangan memilih dari besar atau kecil ukuran roofbox-nya. "Sesuaikan dengan dimensi mobil, jangan mobil kecil tapi roofbox besar, malah jadi seperti dua mobil ditumpuk nanti," tutur dia.

Hal ini berkaitan pula dengan kekuatan pilar A,B,C,D mobil yang biasanya jadi dudukan roofbox. "Setiap mobil kekuatan pilarnya berbeda-beda, jadi sesuaikan ukuran roofbox, maksimal panjangnya setengah dari panjang bodi mobil," pungkasnya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR