BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan dalam mengembangkan literasi data aplikasi melalui digital. Pengembangan itu muncul seiring menghadapi revolusi industri 4.0.

Hal ini dikatakan Rektor Universitas Lampung, Hasriadi Mat Akin dalam membuka workshop Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA), di Hotel Whiz Prime, Bandar Lampung (6/9/2018).



Workshop yang digagas Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjamin an Mutu (LP3M) Unila, menghadirkan empat nara sumber, yakni Bujang Rahman, Rangga Firdaus, Gigih Fordanama, dan Maizano Ardhi.

Menurutnya, hadirnya teknologi digital, perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan menciptakan proses pembelajaran sesuai zamannya. “Bila Perguruan tinggi tidak mengikuti maka akan ditinggalkan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, ke depan masyarakat hendak menempuh pendidikan tinggi tidak meski dilakukan di dalam kampus, melainkan mengikuti poses pembelajaran melalui dalam jaringan.

“Ke depan nanti akan ada yang namanya ciber university. Tidak punya kampus tetapi memiliki mutu pendidikan bagus. Cyber itu akan menciptakan proses perkuliahan secara daring,” katanya.

Ditambahkan Rektor, malalui workshop peserta dapat memahami pentingnya dalam menghadapi proses pembelajaran melalui digital.

“Salah satunya menghadapi era digital kami berbenah. Hal itu dilakukan Unila untuk mencapai peringkat 10 besar sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia pada 2.025," kata Rektor.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR