BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Ribuan kendaraan baik sepeda motor maupun mobil terjebak macet akibat penutupan jalan dan rekayasa lalu lintas karena peresmian flyover MBK, Minggu (31/12/2017), malam.
Nampak kendaraan dari seluruh penjuru terjebak macet karena ada penutupan jalan tepat di bawah flyover MBK Jalan Teuku Umar menuju Tanjungkarang.
Begitu juga dari arah Tanjungkarang menuju Rajabasa, kendaraan menumpuk di ujung flyover Jalan Teuku Umar. Jalan menyempit karena banyak warga di seputaran flyover mengikuti acara pengajian peresmian flyover yang dilaksanakan oleh Pemkot Bandar Lampung.
Meski sudah bisa dilalui, flyover tersebut masih ditutup karena pemkot Bandar Lampung baru akan meresmikan malam ini, dan acara tersebut masih berlangsung.
Macet parah juga terlihat jelas dari arah Rajabasa, ribuan kendaraan di Jalan ZA Pagar Alam menumpuk. Bahkan ada dari mereka yang meninggalkan kendaraannya di parkiran tempat makan karena tidak tahan macet. "Iya jalan kaki,  parah macetnya," kata seorang pemuda yang hendak menyaksikan peresmian flyover bersama rekan-rekannya.
Begitu juga di Jalan Sultan Agung, kemacetan terjadi begitu parah. Pengendara menyesalkan penutupan jalan dibawah flyover menuju Tanjungkarang, tepatnya di depan MBK Jalan Teuku Umar.
"Kami sudah macet hampir sejam dari arah Rajabasa, terus masuk ke jalan Sultan Agung, putar balik, mau ke arah Karang lewat Teuku Umar, malah dibawah MBK ditutup, putar balik lagi kami ke arah Rajabasa, tidak sampai sampai tujuan kalau seperti ini," kata Yanto (32), seorang pengendara mobil saat diwawancarai disela sela terjebak kemacetan dibawah flyover MBK.
Yanto mengayangkan penutupan flyover disaat jam padat seperti ini. "Apalagi ini momen tahun baru banyak orang yang datang ke Bandar Lampung. Seharusnya dibuka saja, kalau seperti ini sangat parah," kata dia.
Disisi lain petugas kepolisian maupun Pol PP nampak berjibaku ditengah tengah kemacetan untuk mengatur lalu lintas.
Diatas flyover, ratusan warga menunggu peresmian flyover sambil berpoto bersama keluarga kerabat dan teman. Tidak jarang mereka membawa pula anak anaknya.
Hingga pukul 21.00 kemacetan belum berkurang,malah semakik parah. Begitu juga dengan acara pengajian, belum juga selesai, sehingga peresmian belum dilakulan. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR