KALIANDA (Lampost.co)--Pembebasan lahan ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) STA 0-80, sudah hampir rampung. Penyelesaian pembebasan lahan STA 0-38 sudah mencapai 97%, sedangkan STA 39-80 sudah mencapai 94%.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) JTTS Lampung, Syahrial mengatakan pada umumnya pembebasan lahan untuk JTTS hampir rampung.
"Secara keseluruhan STA 0-80 sudah hampir rampung," katanya, usai rapat koordinasi di Pengadilan Negeri Kalianda, Rabu (15/11/2017).



Dijelaskannya, permasalahan pembebasan JTTS terkendala karena lahan tersebut masih terjadi sengketa kepemilikan dan tanah kehutanan.
"Permasalahannya hanya kedua persoalan itu saja," katanya.
Ada juga permasalahan pembebasan JTTS karena menolak harga ganti rugi yang diberikan. Namun, persoalan itu sudah bisa diterima masyarakat yang sebelumnya menolak nilai ganti rugi.
"Kalau persoalan ini, tidak bisa dan tidak bukan sudah di selesaikan di Pengadilan Negeri karena uang sudah kami titipkan di sana dan mereka menerima," katanya.
Sementara itu, Hutama Karya (HK) targetkan pelaksana proyek bisa merampungkan JTTS sepanjang 20 KM dimasing-masing loaksi, hingga akhir tahun 2017. 
Kontraktor pelaksana proyek JTTS di Lampung yakni, PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya dan Adi Karya.
"Target kami untuk ketiga pelaksana proyek itu, jalan sudah di cor sepanjang 20 KM, meskipun loncat-loncat karena belum bebas," kata Pimpinan Proyek HK, Slamet Sudrajat.
Khususnya, untuk PT PP yang mengerjakan JTTS 0-38 dan PT Waskita Karya STA 39-80 bisa memenuhi target yang ditetapkan pihaknya. "Kalau kedua perusahaan ini, kami yakin pasti bisa," kata dia.

Rapat koordinasi dilakukan di PN Kalianda itu dalam rangka percepatan pembangun mega proyek nasional, serta persiapan peresmian JTTS. Rencananya JTTS, akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, pada tanggal 15 Desember mendatang.
JTTS yang akan diresmikan sepanjang 15,9 KM, meliputi pelabuhan penyeberangan Bakauheni-Exit tol Desa Hatta Bakauheni sepanjang 8,9 Km dan Lematang-Kota Baru sekitar 7 Km. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR