PRINGSEWU (Lampost.co)--Perbedaan besaran insentif antara kepala lingkungan di kelurahan dengan kepala dusun di pekon, membuat kecumburuan. Hal itu mencuat dalam rakor bulanan Pemkab Pringsewu, di aula pemkab setempat, Senin (19/2/2018).

Camat Pringsewu, Nang Abidin Hasan menyampaikan kesenjangan insentif kedua aparatur tersebut. Dia menjelaskan insentif kepala lingkungan di lingkup kelurahan Rp700 ribu/bulan, sedangkan kepala dusun di pekon Rp1,5 juta/bulan, padahal tugasnya sama saja.
Rakor yang dihadiri seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kabag, kabid, direktur RS dan camat, dipimpin langsung Sekkab A. Budiman di dampngi Asisten I Sekkab A. Zuhairi. 



Ketimpangan insentif yang disampaikan Camat Pringsewu, langsung memdapat tanggapan Sekkab dan Asisten I, namun belum memberikan solusi jelas. Asisten I Sekkab Zuhairi memerintahkan BPKAD dan Badan Pemerintahan Pekon Keluharan, memerintahkan untuk duduk bersama membahas ketimpangan insentif. Zuhairi menjelaskan bagi insentif kepala dusun, dihitung berdasarkan penghasilan tetap (siltap) pekon yang di ambil dari akokasi dana pekon. Sedagkan kepala lingkungan yang berada di dalam kelurahan, memang tidak ada siltap, tapi nanti akan dicarikan solusinya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR