BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung mendakwa Deni Fitriawan (49) warga Jalan Antasari, Gang Man, Nomor 46, Kelurahan Kali Balau Kencana, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, dengan pidana Pasal 368 Ayat (1) KUHPdana dan pidana Pasal 369 Ayat (1) KUHPdana, Atas dugaan pemerasan yang dia lakukan terhadap kepala sekolah SMKN 1 Bandar Lampung.

Jaksa Penuntut Umum Alex Sander Mirza di persidangan mengatakan, perbuatan terdakwa dilakukan dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara melawan hukum, memaksa seseorang dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan, untuk memberikan barang atau sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang atau pun menghapus hutang.



Perbuatan yang dilakukan terdakwa, kata Jaksa Alex, bermula 21 April  2018 dimana saat itu terdakwa meminta uang sebesar Rp25 juta terhadap korban Mohammad Edy Harjito dengan mengatasnamakan LSM Peduli Pendidikan dan Pembangunan Provinsi Lampung, dimana menurut terdakwa pihak sekolah tersebut telah melakukan pungutan liar terhadap murid baru dengan nominalRp7 juta untuk uang komite sekolah dan Rp5 juta merupakan uang administrasi.

Atas alasan tersebut terdakwa meminta pihak sekolah untuk memulangkan uang pungutan tersebut terhadap dua orang wali murid yang berjumlah Rp24 juta namun ditambah Rp1 juta dengan alasan membayar jasa terdakwa.

Jika pihak sekolah tidak mengindahkan permintaan terdakwa, maka dia (terdakwa) akan melakukan demo di sekolah tersebut, sehingga akhirnya pihak sekolah menyepakati permintaan terdakwa dimana pihak sekolah memberikan sejumlah uang dengan nominal yang dijanjikan.

"Setelah pihak sekolah menyanggupi permintaan itu, terdakwa menolak hal tersebut dan meminta sejumlah uang sebanyak Rp12 juta dengan alasan untuk kepentingan pribadi dirinya, sehingga pihak sekolah melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian dan pada saat diamankan terdakwa didapati uang Rp12 juta,"  kata Jaksa Alex di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (1/8/2018).

Setelah mendengar dakwaan Jaksa, Majelis melanjutkan sidang dengan menghadirkan saksi kepala sekolah SMKN 1 Kota Bandar Lampung Mohammad Edy Harjito. Dalam kesaksian Edy, dia membenarkan semua dakwaan yang dibacakan oleh JPU, atas perbutan terdakwa dia mengalami kerugian yang cukup besar. “Saya takut karena diancam akan diturunkan dari kepala sekolah, apalagi dia mau kerahkan massa untuk melakukan demo di sekolah saya,” ujar Edi.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR