KOTA AGUNG (Lampost.co)--Mengatasnamakan LSM, 4 oknum diciduk oleh tim Saber Pungli Polres Tanggamus saat memeras korbannya. Keempat pelaku sudah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tanggamus sejak Selasa (12/12) sore. 
Keempat pelaku tersebut diantaranya adalah NE (28), warga Desa Sukajaya, Kecamatan Kedondong, Pesawaran; PA (22) warga Desa Tanjungkerta, Kecamatan Kedondong, Pesawaran; NA (50) dan DA (31) warga Pekon Banjarsari, Kecamatan Talangpadang, Tanggamus. Hingga kini status masing-masing pelaku masih sebagai terduga aksi pemerasan terhadap korban Tubagus M. Yani yang merupakan kepala pekon.

Wakapolres Tanggamus Kompol M. Budhi Setyadi, selaku ketua tim Saber Pungli Polres Tanggamus, mengatakan keempatnya dibekuk sekitar pukul 12.00. Penangkapan ini atas informasi adanya tindak pidana pemerasan terhadap Kepala Pekon Banjarsari, Kecamatan Talangpadang, Tanggamus.
"Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, semuanya ada empat orang, " ujarnya mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, Rabu (13/12/2017).
Kompol M. Budhi menjelaskan, sebelumnya petugas kepolisian memperoleh informasi terjadi tindak pidana pemerasan terhadap kakon. Atas laporan ini kemudian tim langsung menuju lokasi dimaksud dan menemukan aksi ini benar terjadi. Kemudian dilakukan tindakan penangkapan dengan posisi uang senilai Rp20 juta sudah berada ditangan para pelaku. 
"Uang tersebut dibungkus dengan menggunakan kertas koran, diduga uang hasil memeras ini akan dibagi ke NE, PA dan NA," terangnya. 
 
Turut disita barang bukti berupa 3 unit sepeda motor, 1 exemplar surat somasi LSM yang ditujukan kepada Kepala Pekon Banjarsari, 4 unit HP, tas berisikan surat milik pelaku, senjata sajam milik pelaku NA, photo digital dan kamera merk Yashica.
Menurut Kabag Operasi Polres Tanggamus Kompol Aditya Kurniawan, uang yang diserahkan sejenis uang damai. Sebab disertai ancaman akan melaporkan persoalan yang diduga para pelaku bermasalah kepada aparat hukum. "Para oknum beranggapan bahwa pelaksanaan PNPM 2015 di pekon setempat bermasalah dan mengancam korban akan melaporkan hal itu, " ungkapnya. 
Lantas, jika korban tidak ingin persoalan ini dilaporkan maka para pelaku meminta uang tebusan Rp50 juta. Sementara Kakon Banjarsari hanya memiliki Rp20 juta yang kemudian diberikan. "Kasus ini sedang melakukan pengembangan. Tentang siapa saja yang terlibat dan modus," kata dia. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR