BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Luar biasa, Satgas Aorora 19 Gabungan Lantamal III Jakarta, bersama Danlanal Lampung membongkar jaringan penyelundupan baby lobster, dengan nilai Rp 17,1 miliar.

Tim gabungan melakukan operasi tangkap tangan di sebuah gudang milik orang bernama Nanang, di Desa Sri Mulyo, Pekon Pagar Bukit, Bengkunat, Pesisir Barat pada Jumat dini hari, 23 Agustus 2019 sekitar pukul 02.00 WIB.



Dari gudang tersebut diamankan barang bukti berupa, 114.000 ekor baby lobster yang dikemas dalam 465 toples yang dimasukan ke dalam 16 kotak dari sterefoam, dan 4 unit blower oksigen.

Danlanal Lampung Kolonel laut Albertus Agung Priyo S, mengatakan dari gudang tersebut diamankan dua orang yakni Deden (49), warga Desa Pagar Bukit, Bengkunat, Pesisir Barat, dan Hendrik (24) warga Ciampelas, Bandung Barat. Namun saat diamankan, pemilik gudang Nanang, tak ada di tempat.

"Sindikat ini sudah kita intai agak lama, pas kita Operasi tangkap tangan ada dua orang yang kita amankan, sebagai pemilah, di gudang milik NN," ujarnya, Jumat malam 25 Agustus 2019, di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Lampung, Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Modus sindikat ini, dimana baby lobster didapat dari para nelayan di Pesisir Bengkunat dikemas di gudang penyimpanan sementara dengan wadah toples beroksigen.  Memang daerah Pesisir Barat kerap dijadikan tempat segar untuk melakukan penyembunyian dan penyelundupan baby lobster.

"Barang tersebut akan diselundupkan ke Singapore melalui Jambi, dan Bengkulu, diduga juga nantinya," katanya.

Perkara tersebut masih dikembangkan, dan tim gabungan mengejar NN selaku pemilik.

Sementara Kepala Balai Karantina  Rustanto mengatakan, tentunya berdasarkan PermenKP 56 tahun 2016, lobster yang bisa diekspor tidak dalam kondisi bertelur, dan ukuran karavas (tubuh) di atas 8 cm. Dari Singapore  baby Lobster biasanya akan dibawa ke Vietnam, karena baby lobster ini merupakan sumberdaya alam Indonesia yang sangat fantastis.

"Kalau baby Lobster ini kan sekitar 2 cm, dan langsung kita lepas liarkan di pantai daerah pesawaran," katanya.

Deden mengaku hanya sebagai petugas yang memilah, baby Lobster dan diberi upah Rp100 ribu, setiap hari bekerja. Deden pun menuturkan saat digrebek oleh Lanal Lampung ia tengah duduk didepan penampungan.

 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR