MAKASSAR (Lampost.co) -- Polda Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar (BKIPM), Bea Cukai Makassar, dan Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, menggagalkan penyelundupan 19.253 benih lobster.

"Total harganya Rp3,5 miliar. Rencananya dijual ke Singapura," kata Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Hamidin, di Mapolda Sulsel, Selasa 10 September 2019.



Benih lobster yang diamankan akan dijual seharga Rp150 ribu per ekor. Jika ditotal, penyelundup mengantongi untuk sekitar Rp3,5 miliar.

Hamidin membeberkan belasan ribu benih lobster itu dibungkus menjadi 23 bagian. Masing-masing bagian berisi benih lobster mutiara sebanyak 13.477 ekor dan benih lobster pasir sebanyak 5.776 ekor.

Benih lobster diambil dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Modusnya, pelaku mencampur kemasan benih lobster dengan kerupuk, mie instan, dan sandal jepit di dalam satu buah koper bagasi.

Upaya penyelundupan pun terungkap setelah petugas Avsec Angkasa Pura melakukan pemeriksaan x-ray. Petugas mencurigai terdapat barang terlarang di salah satu koper terduga pelaku.

Setelah dibuka, koper penumpang berisi 23 botol yang merupakan benih lobster. Polisi yang dihubungi pihak Avsec kemudian menemukan si pemilik koper tujuan Singapura berinisial SM dan ST.

"Sehari kemudian baru kita tangkap pemilik benih lobster," kata Direktur Reserse Kriminal khusus Polda Sulsel, KombesYudhiawan Wibisono.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 88 jo pasal 16 ayat 1 Undang-undang RI nomor 31 tahun 2004, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI nomor 45 tahun 2009, tentang perikanan Jo pasal 31 ayat 1 Uundang-undang RI nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR