KOTABUMI (Lampost.co)---Sat Resmob Polres Lampung Utara menangkap pelaku penyekapan dan pemerkosaan terhadap seorang bidan saat bersembunyi di rumahnya, Senin (4/6), pukul 18.00. Tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada kedua kakinya karena melakukan perlawanaan saat akan ditangkap oleh petugas. 
Petugas mengamankan barang bukti yang disita berupa HP milik korban dan senjata golok yang dipergunakan untuk mengacam korban. Tersangka yaitu Suarda (27), warga desa Sukadana Ilir, Bunga Mayang, Lampung Utara itu, tak berdaya mengalami luka tembak pada bagian kedua kakinya. 
Menurut AkBP Eka Mulyana Kapolres Lampung Utara melalui AKP Syahrial Kasat Reskrim, tersangka ditangkap karena diduga melakukan permerkosaan dan penyekapan terhadap seorang bidan yaitu Ruk (23), warga Musi Rawas, Palembang pada tanggak 21 Mei 2018 lalu. "Selain mengamankan tersangka pihaknya juga menyita barang bukti HP milik korban dan senjata golok yang dipergunakan untuk mengacam korban," ujarnya. 
Dari hasil pemeriksaan tersangka ia mengakui perbuatanya yang telah memperkosa korban sebanyak lima kali. Dari hasil keterangan korban, diketahui awalnya dirinya berkenalan dengan pelaku melalui facebook dan janjian bertemu dengan datang ke Kotabumi naik kereta api turun di stasiun ketapang, Sungkai Selatan. Tanpa menaruh curiga korban mengikuti ajakan pelaku untuk dibawanya kerumahnya. Namun oleh pelaku, korban dibawa ke suatu tempat gibuk tengah kebun singkong. 
"Korban pada waktu itu langsung diperkosa dan diancam akan dibunuh dengan mengunakan senjata golok apa bila tidak mau menurutinya," kata kasat menirukan penituran korba.
 Aksi bejat tersangka dilakukan kepada korban selama lima kali dan lima hari disekap dalam gibuk daerah kebun singkong daerah itu. Selain menpekosa tersangka juga merampas HP dan uang Rp700 ribu milik korban. Tak haya itu saja, tersangka juga menyudut pakai rokok kepada korban dan membuat video melalui hp saat korban dipekosanya dengan tujuan untuk memeras pihak kelurga korban minta uang tebusan Rp 30 juta. "Beruntung korban beehasil kabur dan ditolong warga. " saat ini kami masih terus melakukan pengembangan karena tidak menutup kemungkinan ada pelaku lainya "katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR