BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Penyebaran tenaga dokter spesialis di Lampung masih minim. Banyak dokter spesialis yang menolak ditempatkan di daerah terpencil. Terbukti dari banyaknya lowongan CPNS dokter spesialis yang kosong tanpa pendaftar 

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Provinsi Lampung, Asep Sukohar mengatakan pihaknya selalu memberikan masukan kepada Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan agar dilakukan pemerataan dokter umum dan dokter spesialis tersebar diseluruh daerah. 



"Idealnya untuk rasio dokter itu 1 : 2.500 penduduk," katanya kepada Lampost.co, Senin (8/4/2019).
Ia mengatakan ada beberapa alasan yang mungkin saja dokter spesialis ditempatkan di daerah terpencil. Pertama, faktor fasilitas di daerah minim dan tidak lengkap. Kedua, faktor kesejahteraan dokter. Ketiga, faktor jaminan masa depan.
"Upaya kita selama ini sifatnya koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk penyebaran dokter di daerah terpencil," katanya. 

Humas Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Asih Hendrastuti, mengatakan pihaknya memiliki rencana tindak lanjut untuk mengatasi permasalahan dalam pelaksanaan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK) di Provinsi Lampung. 

Pengembangan dan pendayagunaan SDMK melalui Program Tugas Belajar dan Program Pendidikan Dokter/Dokter Gigi Berbasis Kompetensi dengan sumber dana Pustanserdik. Kemudian pihaknya berkoordinasi dengan Bapelkes Provinsi Lampung dalam pelaksanaan program diklat.
"Pada tahun 2018 sedang proses pendidikan Tugas Belajar SDMK sebanyak 73 orang, total keseluruhan sampai tahun 2018 sebanyak 153 orang," katanya. 
Ia mengatakan dokter spesialis ada di rumah sakit tipe C yang boleh berjalan apabila sudah terakreditasi dengan syarat 4 dokter spesialis yakni spesialis anak, spesialis bedah, spesialis penyakit dalam dan spesialis kandungan ditambah penunjang seperti patalogi klinik, radiologi sesuai Kemenkes. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR