BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Rachmy Denda Hasynta (51) seorang dokter, warga Tanjungkarang Barat yang menjadi tersangka penyebaran hoaks server KPU diseting 57%, ternyata tidak tergabung dalam anggota IDI Lampung.

"Saya baru dengar, tapi kayaknya tidak ada nama itu sebagai dokter, belum pernah dengar, mungkin itu bisa di IDI Bandar Lampung," ujar dr. Asep, selaku Ketua IDI Wilayah Lampung, Selasa (9/4/2019).



Sementara dr. Aditya selaku ketua IDI Cabang Bandar Lampung memastikan kalau Rachmy tidak terdaftar dalam anggota IDI Bandar Lampung yang jumlah anggotanya mencapai sekitar 700 orang. Aditya menggaris bawahi informasi tersangka yang berprofesi sebagai dokter, jika memang dia dokter harus ada izin praktek, izin pendirian usaha dan menjadi anggota, serta membayar iuran. Namun, pelaku ternyata tak terdaftar sebagai anggota IDI Cabang Bandar Lampung.

"Karena berita sudah viral, saya cek dan di data base kami, tidak ada ada sama sekali, namanya pun tak pernah saya dengar," ujarnya.

Guna memastikan apakah Rachmy terdapat di IDI Cabang Lain, atau bahkan di Wilayah (tingkatan provinsi), ia pun melakukan pengecekan ke website KKI atau IDI Pusat, dan namanya pun tak ada.

"Jadi saya simpulkan dia bukan anggota IDI, kita Enggak tahu apa dia memang menyelesaikan pendidikannya sebagai dokter atau tidak," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, Mabes Porli menangkap dua pelaku penyebar hoaks server KPU yang telah diseting 57 %. Dua pelaku yang dibekuk yakni, Eko Widodo (30) warga Cibubur, Jakarta Timur, dan Rachmy Denda Hasynta, (51) warga Gedongair, Tanjungkarang Barat.

Rachmy sendiri dibekuk oleh Team Penyidik Unit 4 Subdit 1, Dittipidsiber Bareskrim Polri.

Pelaku Rachmy yang merupakan seorang ibu rumah tangga sekaligus dokter, dibekuk karena menyebarkan hoks tersebut menggunakan akun Facebook Rahmi Zainudin Ilyas, sedangkan pelaku EW menggunakan akun Twitter @ekowBoy, yang ditaburkan di link babenews (situs sadur berita).

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR