BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)---SF (35), tersangka penyebar berita bohong atau hoaks tentang salah satu ketua partai terlibat paham terlarang menggunakan desain media massa. Tersangka yang mengaku penjual pakaian di Way Kanan itu sering mendapat link informasi yang kerap memancing kemarahannya.
Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar mwngatakan pelaku ujaran kebencian SF yang ditangkap di Lampung, nekat menggunakan desain sebuah media. Sehingga seolah ujaran tersebut berasal dari media itu. "Jadi dia menyebar berita itu seolah-olah itu berasal dari Media Indonesia padahal itu tidak benar," kata Irwan diwawancarai di Mabes Polri, Jumat (23/2).
Tersangka SF yang berprofesi sebagai pedagang pakaian di Way Kanan Lampung mengakui dia sering menerima link informasi yang kerap memancing kemarahannya. Termasuk berita bohong yang menggunakan nama Media Indonesia.
Saat diwawancarai di Bareskrim Mabes Polri, kemarin, SF  juga mengaku tidak tahu jika posting-annya itu bisa membuatnya ditangkap polisi. Dia hanya meng-copy paste yang dilihatnya lalu disebar. "Saya marah saja saat baca mantan Presiden mengatakan itu karena saya sebagai umat muslim," kata dia, kemarin.
Menanggapi warganya ditangkap Mabes Polri terkait hoaks, Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya meminta masyarakat daerahnya bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). Dia meminta agar jangan sampai terjerumus dalam penyebar luasan berita hoaks.
"Saya sangat miris melihat kejadian tersebut. Mudah-mudahan kasus tersebut tidak terjadi lagi di Kabupaten Way Kanan. Penyebaran berita hoaks sangatlah tidak dibenarkan," kata Bupati Raden Adipati Surya saat dikonfirmasi via ponsel, kemarin.
Adipati mengajak seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Way Kanan untuk berhati-hari menggunakan medsos karena apabila tidak berhati-hati akan menimbulkan petaka. Gunakan medsos secara bijak jangan menyebar fitnah, kebencian atau hoaks.
"Saat ini biarkan pihak yang berwajib menangani permasalahan tersebut. Ini menjadi pelajaran bersama untuk lebih baik dalam menggunakan media sosial," ujarnya.

Take Down Berita Hoaks
Pada bagian lain, Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah menegaskan pihaknnya fokus menyoroti berita bohong atau hoaks menjelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Pihaknya juga melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap hal itu.
"Kita ada e-mail khusus menerima aduan terkait kampanye di medsos. Saat ini kewenangan take down (menurunkan/mencopot, red) masih dari Bawaslu RI. Nanti diatur agar provinsi juga bisa men-take down," katanya, kemarin.
Menurutnya ada sejumlah alamat e-mail atau surat elektronik aduan. "Kirimkan laporan ke medsos@bawaslu.go.id dan kampanye@bawaslu.go.id, serta ke hppbawaslampung@gmail.com," katanya.

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR