KALIANDA (Lampost.co) -- Polemik penyaluran bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) kembali menuai kritik dari masyarakat. Kali ini, masyarakat Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, menilai penyaluran PKH tidak tepat sasaran.

Bahkan, ada sejumlah warga tidak mampu yang seharusnya mendapatkan bantuan dari pemerintah, tapi hingga kini belum pernah mendapatkan bantuan program sosial, seperti PKH, BPNT, KIS dan lainnya. 



Seperti yang diungkapkan, Wawan (41) warga Desa Sukapura mengatakan penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial itu dinilai tidak memyentuh kepada orang miskin. Sebab, masih banyak warga miskin di desa setempat tidak tersentuh bantuan PKH. 

"Penyaluran PKH di Desa kami tidak tepat sasaran. Warga yang benar-benar miskin masih banyak tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, seperti PKH dan KIS," kata dia kepada lampost.co, Selasa (11/6/2019).

Dia mengatakan para penerima PKH di Desa Sukapura sebagian besar warga mampu. Betapa tidak, ada beberapa penerima PKH yang memiliki rumah bagus dan adapula yang memiliki sawah.

"Kami berharap para pendamping PKH bisa memvalidasi para penerima PKH. Kalau warga sudah mampu setidaknya dihapus dari daftar PKH. Kasian warga miskin tapi tidak mendapat bantuan pemerintah," kata dia.

Sementara itu, Sriwendah warga Dusun 5, RT7 Desa Sukapura, mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan program dari kementerian sosial, seperti PKH. Ia mengaku kebutuhan pokoknya terbantu dengan profesinya sebagai buruh serabutan. 

"Belum pernah dapat bantuan PKH. Ya, kalau ada saya mau buat bantuan kebutuhan keluarga kami," kata dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, Sriwendah tinggal bersama suaminya dan satu anak di rumah geribik. Perekonomiannya pun sangat terbatas dan mengandalkan dari profesi buruh serabutan. 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR