BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Jantung merupakan organ vital yang dimiliki oleh manusia, termaksud bayi dan anak-anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan. Maka dari itu stukur dan fungsi jantung yang baik sangat dibutuhkan untuk mempertahankan peredaran darah yang stabil agar nutrisi dan oksigen dalam tubuh bisa tersuplay dengan baik.

Namun sayangnya ada salah satu penyakit yang rawan menimpa bayi adalah Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Penyakit jantung bawaan dapat terjadi karena kelainan struktur jantung yang muncul sejak bayi masih dalam kandungan. Penyakit ini dapat mengganggu kemampuan jantung anak untuk memompa darah dan penyaluran oksigen keseluruh tubuh. Kondisi tersebut dapat mengganggu tumbuh kembangnya, bahkan kemungkinan berakibat fatal.



Sekretaris Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Lampung, dr Roro Rukmi Windi Perdani mengatakan penyakit ini bisa terkena sejak didalam kandungan dan terbawa sampai kelahiran. Organ tubuh termaksud jantung sudah terbentuk ketika didalam kandungan. Jika terjadi masalah pada proses pembentukan organ berarti nantinya bisa terjadi kelainan.

Kemudian gejala penyakit jantung bawaan bisa dikenali ketika dokter mendengarkan suara tidak normal dari jantung yang disebut dengan bising jantung. Orangtua harus lebih sigap dan waspada jika menemukan beberapa gejalanya. Penyakit jantung bawaan pada anak bisa diketahui dari ciri asionosis dan sianosis atau bibir, lidah, dan kuku berwarna kebiruan.

"Biasanya penyakit ini biasanya turunan dari orang tuanya. Tanda-tandanya bisa dilihat apabila anak sulit bernapas atau bahkan bernapas dengan cepat, susah makan, penurun berat badan. Kemudian bibir, lidah, dan kuku berwarna kebiruan," katanya saat talkshow kesehatan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandar Lampung di Sai Radio 100FM News & Entertainment Lampung Post, Jumat (28/6/2019).

Kemudian Staf Pengajar di Bagian Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Lampung - Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Provinsi Lampung mengatakan penyakit jantung bawaan pada anak bisa disembuhkan namun tergantung jenis dan seberapa parah kondisi penyakitnya. Namun apabila sudah parah bisa mengakibatkan meninggal dunia. "Maka dari itu orang tua si anak harus lebih peduli kepada kesehatan anaknya. Bila merasa ada kelainan pada anak segera periksakan kepada dokter," kata Anggota IDI Cabang Kota Bandar Lampung ini.

Kemudian ia berpesan kepada masyarakat khususnya kaum perempuan untuk terus menjaga kesehatan. Kemudian hindari terpapar zat kimia berlebihan, paparan asap rokok, makanan junk food, paparan radiasi seperi terkena sinar smartphone yang berlebih, infeksi dan sebagainya. "Kita bisa berupaya untuk terus menjaga kesehatan tubuh, makan yang sehat dan asupannya berimbang. Rajin kontrol saat kehamilan," tutupnya.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR