ZAMAN kini memang banyak sekali penyakit yang terkait batu. Jika dahulu hanya dikenal kencing batu hingga batu ginjal, kini ada batu empedu dan batu hati. Obatnya secara medis tentu sangat mahal, sementara alternatif banyak orang tidak yakin. 

"Tapi, yang paling gawat itu adalah hatinya membatu. Yang semula hanya sedikit mengeras, makin mengeras, dan kemudian membatu." Begitu Kacung menyimak bacaan dari internet pada hape pintar Android-nya sembari tiduran menunggu buka puasa. 



Kemudian pada bacaan itu juga tertulis, salah satu penyebab penyakit hati mengeras dan membatu itu adalah sombong. Yang semula sombong tidak mau menerima nasihat baik, hingga kemudian tidak percaya dengan kebenaran firman Allah dalam kitab suci Alquran. 

"Seperti dalam Surah Al-Baqarah Ayat 74 berbunyi: Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Begitu digambarkan Allah tentang sebuah penyakit hati yang berbahaya," kata Kacung membaca ringkasan dakwah itu. 

Bahkan, untuk manusia yang hatinya membatu itu, meski sudah ditunjukkan tanda-tanda kebesaran Sang Pencipta, kesombongan telah mengalahkan energi Ilahi yang ada di dalam hatinya. Hingga kemudian, hanya azablah yang mampu membuatnya tersadar meski sudah terlambat. 

Banyak cerita nabi dan rasul yang memberi pelajaran bagi para penghamba kesombongan. Nabi Ibrahim as yang keluar dari kobaran api tidak membuat lembut hati Namruz. Ular penyihirnya dimakan ular dari tongkat Nabi Musa as pun tidak menyurutkan sombongnya Firaun. 

Juga mukjizat Nabi Muhammad saw yang membelah bulan tidak juga menurunkan tensi kesombongan Abu Jahal dan kerabat Quraisy yang sombong. Semua diceritakan Alquran tentang kesombongan para penentang ajaran keselamatan yang dibawa para Nabi, termasuk juga apa azab yang diterima para penguasa yang sombong itu. 

Peristiwa Nabi saw membelah bulan itu Allah abadikan dalam Alquran Surah Al-Qamar Ayat 2—5: "Dan, jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus." 

Kacung pun manggut-manggut. "Allah tidak suka makhluk sombong, karena yang berhak sombong hanya dia Sang Pencipta, penguasa seluruh alam raya," gumamnya. 

Sombong ini penyebab hati yang mengeras sampai tidak mau menerima segala nasihat dan ajaran agama. "Waduh, semoga Allah menjauhkan kita dari segala hal gejala-gejala kesombongan itu. Ayo kita jaga puasa kita!" Astagfirullah... 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR