BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Penurunan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) global yang terjadi sejak November 2018 bisa dimaksimalkan untuk produksi di dalam negeri. 

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Lampung Yuria Putra Tubarad menjelaskan melihat dari sisi petani, kondisi menurunnya ekspor sawit tersebut akan mengurangi daya serap hasil perkebunan sawit yang berdampak pada meruginya petani dan pengusaha.



Namun, kondisi itu juga bisa dijadikan peluang bagi kedua pelaku perkebunan sawit itu untuk penggunaan maksimal di dalam negeri. Sebab, perusahaan dalam negeri pun banyak yang menggunakan kelapa sawit menjadi minyak sawit. Dengan memanfaatkan itu, diharapkan bisa menggenjot kembali harga sawit yang terperosok.

"Kalau diproduksi untuk minyak sawit dan diproduksi bagi dalam negeri akan menjadi peluang untuk meningkatkan kembali harganya. Kalau barang mentahnya banyak, tetapi permintaan luar negeri sedikit, maka bisa menjadi peluang bagi dalam negeri, seperti diolah menjadi minyak goreng. Dengan begitu kondisi itu bisa digunakan dengan positif," kata Yuria.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR