JAKARTA (Lampost.co) -- Pengamat politik Pangi Syarwi menyarankan Presiden Joko Widodo tak sembarangan menunjuk menteri dari kalangan muda atau millenials untuk duduk di kabinet. Tak hanya memiliki kemampuan manajerial yang baik, menteri muda juga harus memiliki pandangan yang visioner.
 
"Kalau soal muda saja tetapi dia tak bisa bekerja, tak bisa berbuat banyak ke depan, dan tak mahir justru akan jadi preseden buruk ke depan," kata Pangi di Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019.
 
Pangi menyebut mencari sosok muda yang memiliki kriteria tersebut bukan perkara mudah. Jokowi harus benar-benar memastikan sosok yang ia tunjuk memang mampu mengeksekusi program-programnya dengan baik. 


Bahkan dia menilai bos perushaan unicorn sekalipun belum tentu memiliki kemampuan untuk mengelola suatu kementerian. Pasalnya tata kelola perusahaan swasta berbeda dengan tata kelola pemerintahan.
 
"Orang yang sukses memimpin perusahaan swasta, belum tentu sukses memimpin kementerian, belum ada jaminan," ujarnya.
 
Pangi khawatir jika Jokowi salah tunjuk menteri hal itu akan menjadi preseden buruk ke depanya. Menteri muda yang gagal mengelola kementerian akan meruntuhkan kepercayaan publik kepada sosok milenials.
 
Pangi menyebut kriteria menteri muda Jokowi harus mengerti bagaimana mengatur dan menyeleraskanya pola kerjanya dengan pejabat-pejabat kementerian yang lebih senior. Jika tidak, dikhawatirkan menteri muda Jokowi malah akan disetir oleh pejabat-pajabat yang memang telah mengabdi di kementerian tersebut lebih dulu.
 
"Mereka harus bisa mengelola dengan baik agar agendanya sampai, tapi tetap menghormati pejabat-pejabat yang lebih senior ini. Anak muda harus punya terobosan, harus punya narasi dan ide yang lebih besar. Menteri muda juga harus punya target, bahkan kalau bisa jangn presiden yang berikan target, tapi mereka juga hrus bisa memberikan target ke presiden. Berani tidak," ujarnya.
 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR