BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Terdakwa perkara dugaan kepemilikan cula badak Sumatra, atas nama  A Manap (54)  warga Desa Durian besar Kecamatan Luas Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, dituntut Jaksa Penuntut Umum dengan pidana penjara selama tiga tahun penjara dan denda Rp50 juta Subsider 6 bulan penjara, Selasa (2/4/2019).

Dalam dakwaan jaksa Ilhamd Wahyudi menyebutkan bahwa sekitar bulan Oktober 2018, Din Martin Salim dan Abdul Kodir  mendatangi rumah terdakwa di Desa Durian Besar Kecamatan Kaur Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu karena menurut informasi terdakwa memiliki cula badak yang akan dijual dan pada saat berada di rumah terdakwa memperlihatkan kepada Din Martin  dan Kodir satu potongan cula badak mau dijual.



Beberapa hari setelah melihat cula badak milik terdakwa, Abdul Kodir  dihubungi oleh Wawan (anggota TNBBS yang melakukan penyamaran) dan mengatakan akan ada pembeli cula badak dan bersedia melakukan transaksi di Krui Kabupaten Pesisir Barat.

Pada 26 November 2018, Din Martin berangkat dari Bintuhan Provinsi Bengkulu bersama dengan Mustafa, Nova, Agung, Edian dan Sapri menuju Krui Kabupaten Pesisir Barat sedangkan Abdul Kodir berangkat dari Kabupaten Tanggamus ke Krui Kabupaten Pesisir Barat. 

Bahwa pada sekitar pukul 15.30 wib, Wawan dan Imo datang menemui Din dan Kodir di Hotel Sempana 5 dan melakukan pertemuan di kamar 4 A dan pada pertemuan itu memperlihatkan sepotong cula badak kepada Wawan dan Imo, maka cula badak tersebut ditimbang dan didapatlah berat cula badak tersebut seberat 202 gram dan disepakati harga cula badak itu sebesar Rp4 miliar, namun sebelum transaksi tersebut selesai, anggota Kepolisian Daerah Lampung beserta anggota TNBBS datang melakukan penangkapan.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR