LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 17 June
5734

Tags

LAMPUNG POST | Penisilin
Dian Wahyu Kusuma, wartawan Lampung Post

Penisilin

DAHSYATNYA Perang Dunia II membuat korban-korban berjatuhan. Korban yang luka di perang 72 tahun silam tersebut, jumlah korban tewas sekitar 3% dari populasi dunia saat itu yang berkisar 2,3 miliar (Kompas.com). Bahkan jutaan orang menjadi tunawisma, perekonomian Eropa hancur, dan hampir semua infrastruktur industri Eropa luluh lantak.
Saat Perang Dunia II, bahan kimia penisilin berjasa dalam menekan jumlah kematian akibat infeksi yang disebabkan luka terbuka yang tidak mendapat perawatan, yang dalam situasi serupa dapat menimbulkan gangren bahkan kematian, yang diklaim mampu menyelamatkan 12%—15% nyawa.
Ketersediaan penisilin masih sangat terbatas karena kesulitan untuk memproduksinya secara massal dan kecepatan ginjal yang menghasilkan sisa penisilin yang tidak sempat digunakan tubuh. Saat itu, pengumpulan kembali penisilin dari air seni pasien merupakan prosedur yang biasa. Penisilin tersebut akan digunakan kembali.
Struktur kimiawi penisilin diketahui oleh Dorothy Crowfoot Hodgkin pada awal 1940-an. Penemuan ini menjadikan penisilin dapat dibuat secara sintetik. Sebuah tim dari Oxford menemukan metode produksi massal penisilin.
Tim yang dipimpin Howard Walter Florey itu mendapatkan hadiah Nobel dalam bidang kedokteran atau fisiologi pada 1945. Saat itu, penisilin menjadi antibiotika yang banyak digunakan dan masih digunakan untuk beberapa infeksi bakteri gram positif. (Wikipedia).
Saya menghubungkan Perang Dunia II dengan perang informasi di era digital, new media saat ini. Peran media dan tulisan dalam jaringan saat ini sungguh penting untuk membentuk opini publik supaya publik menjadi cerdas. Sayangnya, bermacam-macam informasi bertebaran yang membingungkan pembaca.
Oleh sebab itu, pada 19 November 2016 terbentuklah situs web yang menyatukan berita hoax dari pelapor pengguna internet melalui https://www.turnbackhoax.id/. Di laman tersebut, tersedia arsip hasil diskusi grup Forum Antifitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH) di Facebook.
Membuat berita bohong di internet cukup mudah. Dari workshop yang pernah saya ikuti, langkah-langkahnya terbilang cepat. Pengguna cukup membuka situs web, membuka berita aslinya, kemudian blok judul berita, lantas klik kanan dan pilih inspect element. Di halaman tersebut pengguna bisa mengganti judul, isi, bahkan foto berita semau pengguna. Berita dapat langsung di-capture, lalu disebarkan ke media sosial.
Kalau dulu perang fisik, saat ini mulai bermunculan perang pemikiran dengan instrumen baru berita bohong. Jika Perang Dunia II ada bahan kimia yang ampuh menyembuhkan luka kepada korban, lantas bagaimana obat untuk menghadapi benturan informasi bohong, hoax, di dunia maya?

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv