METRO (Lampost.co)--Upaya penipuan lewat telepon dengan modus mengabarkan anaknya kecelakaan bukan hanya dilakukan oknum penipu terhadap orang tua siswa SMAN 1 Kota Metro saja. Tetapi sejumlah orang tua siswa SMPN 1 Kota Metro juga  mengalami hal sama.

Namun bedanya jika orang tua siswa SMAN 1 Kota Metro sudah tiga yang menjadi kroban dengan total kerugian mencapai Rp62 juta, maka orang tua siswa SMPN 1 Kota Metro belum satupun yang tertipu dan mengalami kerugian.
Kepala SMPN 1 Fatimah, kepada Lampost.co, Jumat (3/8/2018) menjelaskan, sebenarnya upaya penipuan lewat telepon dengan modus mengabarkan kepada orang tua siswa bahwa anak mereka mengalami kecelakaan sudah beberapa pekan sebelumnya marak menimpa orang tua siswa SMPN 1 Kota Metro.
Selama beberapa pekan itu, hampir setiap hari, kata Fatimah, ada saja oknum penipu yang menghubungi orang tua siswa SMPN 1 Kota Metro dan mengabarkan bahwa anak mereka mengalami kecelakaan di sekolah. Karena luka yang diderita cukup parah maka anak atau siswa tersebut dibawa ke rumah sakit dan oknum penipu itu meminta kepada orang tua siswa yang mereka hubungi agar segera mentransfer uang untuk biaya pengobatan.
Beruntung para orang tua yang sempat dihubungi oknum penipu tersebut hingga Jumat (3/8/2018), belum ada satupun yang tertipu. Para orang tua siswa itu lolos dari upaya penipuan karena setelah mendapatkan telepon mereka langsung datang ke sekolah untuk konfirmasi dan menemui anak-anak mereka.
Sesampainya di sekolah benar saja, ternyata anak-anak mereka sehat-sehat saja dan tidak mengalami kejadian apapun seperti yang dikabarkan oknum penipu lewat telepon. “Jadi karena orang tua siswa di sini pro aktif, setelah menerima telephon dari oknum penipu itu mereka langsung datang ke sekolah untuk konfirmasi dan mengecek keadaan putra-putri mereka yang dikabarkan kecelakaan. Sesampainya di sekolah ternyata benar kalau itu ulah penipu sebab putra-putri mereka ada di sekolah dan tidak mengalami kejadian apapun,” kata Fatimah.
Fatimah juga berharap agar persoalan tersebut dapat disikapi serta menjadi perhatian serius pihak-pihak trkait. Sebab jika tidak demikian dikhawatirkan upaya penipuan seperti itu akan semakin marak dan tidak menutup kemungkinan akan ada saja orang tua siswa yang tertipu.



 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR