KOTA METRO (Lampost.co) -- Kasus penipuan lewat telepon yang telah merugikan orang tua siswa SMAN 1 Kota Metro hingga mencapai Rp62 juta, mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Sejumlah pihak itu meminta agar persoalan itu segera disikapi serius oleh pihak Dinas Pendidikan.

Pasalnya oknum penipu mendapatkan data calon korban diduga berasal dari data yang ada dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online Kota Metro jenjang SMA. Data PPDB online itu, selain berisi data siswa, juga berisi data dan nomor telepon orang tua siswa yang bisa diakses oleh siapapun dan kapanpun.



Salah seorang pengamat pendidikan Kota Metro, Arianto, kepada lampost.co, Kamis (2/8/2018) mengatakan dia secara pribadi merasa terkejut ketika membaca berita di media Lampung Post, yang menyebutkan terjadi kasus penipuan lewat telepon dengan modus menghubungi orang tua siswa SMAN 1 Kota Metro dan mengatakan anaknya kecelakaan. Ironisnya upaya penipuan itu telah berhasil meraup uang hingga Rp62 juta dari tiga korban orang tua siswa SMA tersebut.

“Terus terang saya merasa terkejut dan prihatin atas terjadinya kasus itu,” kata dia.

Arianto menduga upaya penipuan yang dilakukan tersebut mungkin sudah dipelajari sang penipu sejak lama. Karena itu, dia juga menduga sang oknum penipu tersebut bisa saja mendapatkan data dan nomor telepon orang tua siswa dari data yang ada dalam PPDB online.

“Dugaan saya sih seperti itu, sebab data di PPDB online itu bisa diakses siapa saja dan kapan saja,” katanya.

Karena itu, tandas Arianto, pihaknya meinta agar persoalan itu dapat disikapi serius oleh pihak Dinas Pendidikan baik Kota Metro maupun Provinsi Lampung. Meskipun sebenarnya sudah terlambat karena data dalam PPDB itu memang sudah tersaji sejak lama, namun setidak-tidaknya hal itu bisa menjadi acuan dalam mencari solusi guna mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebab jika di sikapi serius, tambah dia, tidak menutup kemungkinan upaya penipuan itu akan terus berlanjut. Bahkan bisa jadi nanti korbannya bukan hanya orang tua siswa SMAN 1 saja tetapi orang tua siswa SMA atau SMP lainnya juga bisa menjadi korban.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu orang tua siswa SMA N 1 Kota Metro, Eka Rini. Dia juga menduga penipu mendapatkan data dari PPDB online.

"Karena itu memang sangat elok jika pihak Dinas Pendidikan baik Kota Metro maupun Provinsi Lampung segera menyikapi persoalan ini. Kalau tidak begitu atau dibiarkan saja, tidak menutup kemungkinan lebih banyak lagi orang tua siswa SMA bahkan SMP yang jadi korban,” kata Eka.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR