PANARAGAN (Lampost.co)-- Sejumlah anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengeluarkan pernyataan sikap bersama mendukung proses hukum terhadap kasus dugaan insiden penganiayaan terhadap salah satu anggotanya.

Bertempat di aula kantor rumah sakit umum daerah kabupaten Tubaba, mereka bermusyawarah khusus membahas terkait kasus yang dialami Edi Winarso, kepala Puskesmas Mulyaasri, Kecamatan Tulangbawang Tengah. 



Dalam surat dukungan yang ditandatangani oleh seluruh anggota IDI Tubaba tersebut, terdapat lima pokok sikap IDI, kelima tuntutan tersebut adalah sebagai berikut.

IDI Tubaba menyatakan prihatin dan mengecam keras pengancaman dan penganiayaan terhadap dokter pimpinan Puskesmas Mulyaasri, mendukung secara moral penyelesaian permasalahan tersebut, minta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku, minta kepada pemerintah daerah melalui pihak inspektorat kabupaten Tubaba dapat menegakkan kedisiplinan ASN, dan memberikan perlindungan hukum terhadap dokter yang bertugas di Tubaba.

"Kami minta proses hukum tetap berlanjut agar tidak terulang lagi di kemudian hari," kata Agus Nurhadi, perwakilan IDI Tubaba. Jumat (5/7/2019).

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR