LIWA (Lampost.co) -- Selama Liwa Fair berlangsung sejak 16-22 September lalu, panitia pelaksana mencatat terdapat 78.623 orang pengunjung dengan nilai perputaran uang mencapai sekitar Rp2,115 miliar.

Hal itu dijelaskan oleh Asisten II Pemkab Lambar Natadjudin Amran dalam laporan penutupan Liwa Fair Sabtu (22/9/2018) malam.



Menurutnya, jumlah kunjungan yang terjadi selama Liwa Fair berlangsung itu, jika dibandingkan pada tahun sebelumnya terjadi peningkatan. Tahun lalu jumlah pengunjungnya hanya mencapai 53.640 orang. Demikian untuk nilai perputaran uangnya  juga terjadi peningkatan sebesar Rp1 miliar lebih dibanding tahun lalu.

Nilai tersebut diketahui berdasarkan hasil yang didapat dari berbagai jenis usaha termasuk OPD, otomotif  yang berhasil menjual 10 unit kendaraan roda 2 dan 8 unit kendaraan roda 4 yang menempati stand serta UKM dari berbagai jenis bidang usaha seperti transaksi rumah makan, hotel dan parkir.

Untuk kunjungan, kata dia, terdapat dua kegiatan yang memiliki tingkat kehadiran tinggi bahkan diluar perkiraan yaitu kegiatan satu malam bersama sanggar setiwang dan lomba nyambai dan butetah.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat menutup kegiatan itu, menyampaikan terimkasih dan apresiasi  yang tingginya atas dukungan semua pihak yang telah turut berpartisipasi atas terlaksananya kegiatan Liwa Fair ini.

Menurutnya, kegiatan ini adalah sebagai media informasi dan komunikasi serta edukasi tentang hasil-hasil pembangunan daerah. Melalui kegiatan ini masyarakat juga memperoleh manfaat lain berupa fasilitas layanan publik dan sarana hiburan bersifat massal.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR