BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pengerusakan dan alih fubngsi bukit Sindu terus menuai kontroversi. Selain Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung yang mengritisi, kini giliran Mitra Bentala Lampung sangat menyangkan penggerusan bukit terus terjadi di Kota Bandar Lampung.

Mashabi, Direktur Mitra kepada Lampost.co, Sabtu (1/9/2018), mengatakan pihaknya menyayangkan kondisi bukit seperti itu. Apa lagi saat ini sedang musim hujan ditakutkan material yang berasal dari gerusan bukit terbawa kepermukiman warga. 



"Pasti material batu, tanah yang digerus terbawa air kebawa samapi pemukiman warga. Dan yang harus diwaspadai kemungkinan terjadinya longsor ini yang menakutkan," katanya.

Jika longsor terjadi, kata Mashabi, pasti warga sekitar ygan terkena imbasnya baik ancaman nyawa maupun kerugian material. "Kkami juga tidak tau persis mau dibuat apa aktivitas itu. Jika di buat sebuah usaha komersial ada izin usaha atau izin membangun yang harus dipenuhi," katanya.

Nah pemerintah dalam hal ini lanjut Mashabi harus betul-betul tegas dengan persoalan ini. Jangan gampang memberi izin ada aturan yang harus dipatuhi.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR