GUNUNG SUGIH (lampost.co) -- Tersangka pemilik dan pengoplos BBM yang tertangkap di Sendangagung, Bandarmataram harus menghadapi tiga kasus berbeda. Khusus untuk kasus BBM oplosan, tersangka diancam hukuman lima tahun penjara.

Kasatreskrim Polres Lampung Tengah mewakili Kapolres AKBP Slamet Wahyudi, Senin (19/3/2018), mengatakan tersangka Rudi Suwong dijerat UU migas pasal 53 huruf a, b, c dan d. Pada pasal tersebut terberat pada pengolahan dan penimbunan yang diancam lima tahun penjara. "Khusus kasus penimbunan dan pengoplosan BBM akan ditangani Tipiter Satreskrim Polres Lamteng," kata dia.



Terkait temuan peluru aktif berupa 50 butir kaliber 9mm dan 20 butir kaliber 38mm, menurut Rezky akan ditindaklanjuti bidang Resum Satreskrim. Sedangkan temuan alat hisap sabu berupa bong dan hasil pemeriksaan urin yang positif menggunakan narkoba, menurut Rezky, akan ditangani Sat.Narkoba. "Kasusnya diperiksa terpisah, berkasnya jalan masing-masing," kata dia.

Mengenai pelanggaran terhadap UU konsumen, polisi masih mencari warga yang pernah menjadi korban akibat pemakaian BBM oplosan itu. "Kami menunggu siapa yang melapor dan bersedia menjadi saksi," kata dia.

Soal jumlah tersangka yang sempat simpangsiur, Rezky menyatakan sempat menahan enam orang dari lokasi penggrebekan. Tetapi dua pemuda yang ikut terbawa hanya sedang nongkrong di sekitar lokasi. Jadi tersangka tetap empat orang. "Tersangkanya empat orang, EA, AE, LS, RD, yang dua orang lagi tidak terpenuhi unsurnya. Mereka berdua hanya sedang nongkrong di lokasi," kata dia.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR