KOTABUMI (Lampost.co) -- Penyakit tidak menular (PTM) untuk kelainan pembuluh darah atau hipertensi menempati angka tertinggi penyakit yang di idap pasien di Kabupaten Lampung Utara.

Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Utara, Oktaviani, di ruang kerjanya, Selasa (4/9/2018) mengatakan merujuk catatan dari 27 puskesmas yang tersebar di 23 kecamatan se-Lampura, hipertensi menempati angka tertinggi PTM yang di idap pasien yang berobat.



Sampai akhir Agustus 2018, tercatat jumlah penderita hipertensi ada 727 kasus, sedangkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOPK) yakni asma tercatat berjumlah 96 kasus. Untuk jumlah penderita PTM yang lain seperti kanker dan jantung yang juga menjadi fokus penanganan Dinkes Lampura belum dapat di ketahui secara pasti, sebabselain memerlukan observasi lebih mendalam, peralatan untuk diagnosa bagi pasien hanya dimiliki rumah sakit besar. Itupun hanya ada di luar daerah sehingga rekam jejak pasien tidak terpantau.

"Kelainan pembuluh darah atau hipertensi menempati angka tertinggi PTM di Lampura, setelah itu baru penyakit asma," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR