LIWA (Lampost.co): Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyiapkan dana sebesar Rp922,706 juta per bulan untuk gaji dan tunjangan (penghasilan) bagi 35 anggota DPRD Lampung Barat. Gaji bersih yang diterima anggota lebih besar dari pimpinan.

Sekwan Lambar Syaekuddin merinci, penghasilan anggota DPRD Lambar, baik periode lalu maupun sekarang, sama. Besarnya, Rp12, 556 juta atau Rp11,565 juta setelah dipotong pajak. Wakil ketua menerima Rp10,341 juta setelah dipotong pajak.



Nah, anggota Dewan mendapat upah bersih Rp24,232 juta setelah dipotong pajak. Syaekuddin mengatakan, anggota menerima lebih besar dari pimpinan karena ada tunjangan perumahan, transportasi, dan tunjangan komisi. Sedangkan pimpinan tidak menerima karena untuk perumahan dan kendaraan dinas telah disiapkan.

"Gaji dan tunjangan bagi anggota Dewan dibayarkan per September 2019," kata Syaekuddin, Kamis 5 September 2019.

Adapun rincian penghasilan DPRD Lambar, yaitu ketua sebesar Rp12,556 juta terdiri dari dana representatif Rp2,1 juta. Tunjangan keluarga Rp189 ribu, tunjangan jabatan Rp3,045 juta, tunjangan beras Rp209 ribu, tunjangan khusus Rp46,181 ribu, uang Paket Rp210 ribu, tunjangan komunikasi intensif Rp6,3 juta dan potongan PPH Rp991,181 ribu.

Wakil ketua menerima Rp11,332 juta terdiri dana representatif, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan beras, tunjangan khusus, uang paket, tunjangan komunikasi intensif, dan potongan PPh.

Penghasilan untuk anggota, yaitu Rp27,743 juta. Terdiri dari dana representatif Rp1,575 juta, tunjangan keluarga Rp189 ribu, tunjangan jabatan Rp2,283 juta, tunjangan beras Rp209 ribu, tunjangan khusus Rp46,181 ribu, uang paket Rp157,5 ribu, tunjangan komisi Rp91,3 ribu, tunjangan perumahan Rp8 juta, tunjangan transportasi Rp8,8 juta, tunjangan komunikasi intensif Rp6,3 juta dan potongan PPh Rp3,511 juta.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR