KALIANDA (Lampost.co) --  Sejak PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan tiket feri dengan sistem pembayaran non-tunai (cashless) tiga hari lalu, pengguna jasa penyeberangan Pelabuhan Bakauheni - Merak mengaku transaksi dengan uang elektronik pelayanan ASDP lebih cepat dan praktis.

“Sangat terbantu, lebih praktis dan tidak perlu lama mengantri atau menunggu unruk mendapatkan tiket penyeberangan," kata iwan, pengendara kendaraan pribadi saat ditemui di pintu masuk tolget loket tiket kendaraan di Pelabuhan Bakauheni, Jumat (18/8/2018).



Warga Cilegon, Banten itu mengaku penerapan program tersebut praktis. Karena seperti biasa, sebelum masuk loket tiket, terdapat petugas yang mengarahkan pengguna jasa. “Petugas itu menawarkan pembelian tiket menggunakan elektronik. Kami paham, karena hampir seluruh ruas tol di Pulau jawa menggunakan sistem non-tunai tersebut,” jelas Iwan.

Hal senada dikatakan Ali (34), sopir kendaraan pikap rute Lampung - Bandung, Jawa Barat. Menurutnya, peluncuran program tiket non-tunai di pelabuhan penyeberangan Bakauheni - Merak membuatnya lebih mudah, cepat dan efisian.

“Menggunakan e-tol milik BRI,  saya tidak lagi membeli tiket saat naik kapal feri. Cukup ngisi saldo sekali, kami bisa gunakan di tol dan kapal feri. Gak repot lagi nyiapin uang pecahan dan lebih cepat,” katanya kepada Lampost.co.

Ia mengaku sangat mudah untuk mengisi saldo e-tol milik BRI tersebut. Tidak perlu masuk Indomaret maupun Alfamart, namun ia cukup mengisinya di pedagang kaki lima yang ada di sepanjang pintul tol Merak, Cilegon.

“Kalo di Alfamar atau Indomaret malah belum tahu. Kalo di pedagang kaki lima yang nyiapin e-tol berderet disepanjang pintu masuk tol Merak-Cilegon. Mau yang perdana atau isi ulang ada disana (pedagang kaki lima),” ucapnya.

Pantauan Lampost.co di Pelabuhan Bakauheni pada libur panjang hari kemerdekaan RI, Jumat (17/8/2018), arus penumpang jalan kaki ataupun kendaraan berjalan normal dan lancar.

Penyeberangan Pelabuhan Bakauheni saat ini mengoperasikan delapan loket penjualan tiket, tiga diantaranya loket dengan sistem non-tunai. Sebab penggunaan uang elektronik yang bisa didapatkan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yakni uang elektronik Brizzi (BRI) , Tap Cash (BNI), E-Money (Bank Mandiri), dan BLink (BTN) hanya berlaku bagi penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan kendaraan roda 4 kecil (golongan IV).

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR