KALIANDA (Lampost.co) -- Pengguna jalan raya Kecamatan Palas-Penengahan, Lampung Selatan mengeluhkan banyaknya debu dari material tanah yang dibiarkan PT. Pembangunan Perumahan selaku pelaksana pekerjaan jalan tol trans-Sumatera (JTTS).

Berdasarkan pantauan Lampost.co, material tanah di sekitar proyek JTTS STA 22-600 Dusun Kayu Ubi, Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Lamsel itu dibiarkan saja, tanpa dilakukan penyiraman. Akibatnya debu beterbangan mengganggu pengguna jalan raya.



"Iya kok dibiarkan saja oleh para pekerja PT. PP, debu dan tanah. Kalau seperti ini kan menggangggu pengguna jalan raya dengan adanya debu beterbangan. Khususnya mengganggu pengendara sepeda motor," kata Robi, seorang pengendara sepeda motor yang kerap melintasi jalan raya Palas, Selasa (15/5/2018).

Diberita Lampost.co sebelumnya, Humas PT. PP Yus Yusuf mengatakan akan melakukan peneguran terhadap sub kontraktornya yang melakukan pekerjaan JTTS tersebut.

"Ya kami persilahkan pengguna jalan raya yang merasa terganggu dengan pelaksanaan pekerjaan JTTS komplain langsung kepada pekerjanya yang ada di lapangan, karena debu dan sebagainya. Biasanya dalam pekerjaan JTTS dilakukan penyiraman air pada jalan raya yang berdebu dan meterial tanah ditangani langsung," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR