KALIANDA (Lampost.co) -- Masyarakat pengguna jalan mengeluhkan kondisi jalan alternatif yang diberikan oleh PT. Pembangunan Perumahan (PP) paskapembangunan jalan layang (flyover) jalan trans-Sumatera (JTTS) di Dusun Kayubi, Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.

“Warga yang melintasi jalan raya Palas merasa tidak nyaman lantaran jalan utama dialihkan melalui jalan tanah paskapembangunan jembatan flyover pada ruas jalan tol di Desa Kekiling. Jalur pengalihan itu menjadi becek dan sangat licin saat turun hujan sehingga berpotensi lakalantas," kata Robi (27) warga Desa Rawi, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan kepada Lampost.co, Senin (21/5/2018).



Ia mengingatkan kepada pengendara sepeda motor agar waspada dan hati-hati saat melintasi jalan alternatif di Dusun Kayuubi tersebut. Sebab jalan tanah berwarna merah itu akan sangat licin saat tersiram air hujan.

“Seharusnya PT. PP selaku pelaksana pembangunan jalan tol tidak langsung mengalihkan arus lalulintas ke jalur alternatif. Seharusnya jalur pengalihan itu diperbaiki dulu. Tidak dibiarkan tanah seperti saat ini,” kata dia.

Kepala Desa Kekiling Idham Husni mengatakan sebelumnya PT. PP sepakat akan membuat jalur pengalihan dengan cor beton untuk kelancaran arus lalulintas di jalan provinsi ruas Jalinsum Simpang Palas - Jalinpantim Bandaragung, Kecamatan Sragi. “Jangankan di cor beton, saat jalur dialihkan saja pihak PP tidak ada pemberitahuan,” tandasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR