KALIANDA (Lampost.co)-- Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan melalui Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkab Lampung Selatan, Eka Rantinawati menyerahkan bantuan buku bacaan kepada penggiat literasi Perahu Pustaka Lampung di Desa Klawi, Kecamatan Bakauheni, Jumat (27/10/2017).
Penyerahan bantuan buku tersebut disaksikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung Herlina Neliawati, serta Camat Bakauheni Zaidan. Selain itu juga dihadiri sejumlah penggiat Literasi Lampung. Diantaranya Chip pustaka, motor pustaka, Rescue pustaka dan Jangkar Pustaka Satlantas Polres Lampung Selatan.

Menurut Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Lampung, Herlina Neliawati, perpustakaan berada ditengah tengah masyarakat bertujuan untuk mewujudkan anak didik yang cerdas dan inovatif.



“Harapan kami buku-buku ini dapat dimanfaatkan dan menjadi sumber ilmu bagi masyarakat luas, khususnya anak-anak usia sekolah,” kata Herlina di Desa Klawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (27/10/2017).
Menurut dia, pemkab dan pemprov konsisten meningkatkan minat baca masyarakat. Karena itu telah dibangun  Taman Baca Masyarakat (TBM) di kabupaten Lampung Selatan.”TBM  itu nantinya dianggarkan melalui dana desa (DD),” jelas Herlina.
Kadis Perpustakaan dan Kearsipan daerah Lampung Selatan,  Eka Rantinawati mengatakan, bupati Lampung Selatan telah menandatangani SK transpormasi perpustakaan, guna mendorong terwujudnya perpustakaan desa. 
Menurut dia, urusan perpustakaan sudah menjadi tanggungjawab daerah sejak tahun 2016 dengan bantuan anggaran yang bersumber dari Dana Desa.
Sementara, Radmiadi selaku enggiat literasi Perahu Pustaka Lampung mengatakan sampai saat ini,  wilayah Bakauheni telah memiliki 5 perpuseru di tingkat desa. Berkembangnya perpusseru, ujar Radmiadi, lantaran antar literasi dan masyarakat  saling mendukung kegiatan yang berdampak positif untuk kemajuan generasi penerus bangsa.


“Penggiat literasi dari provinsi Lampung merupakan yang terbaik. Maka itu, kami bersemangat membangun perpustakaan disetiap rumah,” harapnya. 
Dijelaskannya, perahu pustaka Lampung  tidak hanya membawa buku keliling desa. Namun juga membangkitkan kelompok sadar wisata (pokdarwis) di pantai Minangrua, desa Klawi. Diantaranya melakukan konservasi bayi penyu (tukik).

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR