LAMPUNG TENGAH (Lampost.co)---Banjir yang merendam Kampung Cabang diprediksi tidak bisa segera surut lantaran air yang telah masuk kampung tidak punya aliran untuk mengalir keluar. Sebagian warga menilai salah satu solusinya adalah pengerukan kanal atau saluran air.

Pada Senin (5/3/2018), sekitar pukul 21.00 WIB, diinformasikan ketinggian air di bagian timur jalan penghubung antara pusat kota Bandarsurabaya ke Kampung Cabang, mengalami penurunan. Tetapi, sebaliknya, di seberang jalan, sebelah barat, mengalami kenaikan. Air hanya berputar tanpa bisa keluar kampung dan kembali ke sungai. Disinyalir penyebabnya adalah pendangkalan di kanal air.



"Air hanya bisa berputar, tak bisa kembali ke sungai karena ada pendangkalan kanal. Jadi rumah-rumah terus terendam," kata Widodo, salah seorang warga, korban banjir yang juga carik di kampung tersebut.

Menurut Widodo, berdasarkan hasil diskusi dengan sejumlah tokoh setempat, ada beberapa pintu air di tanggul penangkis yang tidak bisa berfungsi dengan baik akibat pendangkalan kanal. Selain itu pintu air juga terlalu pendek.

Pernyataan Widodo senada dengan warga lain, Wahyudi (35). Menurutnya pintu air di tanggul penangkis terlalu pendek, sehingga air banjir tidak bisa dengan cepat kembali mengalir ke sungai.

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR