BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Satu pelaku pengeroyokan seniman mural Underpass Unila, bernama Tri Julianta (27) warga Jalan Indra Bangsawan, Rajabasa masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kedaton.

Ia pun merupakan residivis kasus narkoba yang baru keluar dari LP kelas II A Kotabumi, dengan pidana penjara 3 bulan, dan sudah sering keluar masuk penjara.



Ia mengaku baru saja pulang dari salah satu cafe bersama empat rekannya, dimana salah satunya wanita. "Kami dari kafe deket Rajabasa, habis migur," ujarnya di Mapolsek Kedaton, Minggu, 15 September 2019.

Awalnya, rekan Tri berinisial J memang dalam keadaan mabuk berat dan membawa mobil. J pun nekat menabrak beberapa cat yang berada di lokasi kejadian. "Saya sebenarnya turun pengen minta maaf, saya udah turun," katanya

Tri saat itu hendak meminta maaf,  namun tiba-tiba temannya dari belakang langsung memukul seniman mural. "Akhirnya saya juga dipukul, dan saya nangkis aja," katanya.

Berita terkait:

Pengerjaan Lukisan Underpass Unila Disetop Sementara

Kronologi Seniman Mural Underpass Dianiaya Kelompok Tak Dikenal

Sementara Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rossef Efendi mengatakan, Tri sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Tersangka sudah diamankan, yang lain masih Dilidik," katanya.

Dari tangan Tri dan lokasi kejadian diamankan barang bukti berupa, 6 buah batu, ranting kayu dan helm.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR