BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Polsek Kedaton, berupaya mengedepankan mediasi dalam perkara, pengeroyokan anak berinsial DS, warga Rajabasa, yang videonya sempat viral.

"Soal anak kemarin itu, kita sudah panggil semua orang tuanya, pihak RT, Babinkamtibmas, kita silahkan untuk rembuk," ujar Kapolsek Kedaton, Kompol Abdul Mutholib, Kamis (14/3/2019).



Terkait penanganan perkara tersebut, kendati mengedepankan mediasi, pihaknya masih menunggu dari pihak terkait. Jika tidak ada upaya perdamaian, maka Perkarat tersebut kemungkinan bisa dilanjutkan. Tetapi tetap menggandeng Bapas Bandar Lampung, dan dinas lainnya yang terkait, guna melakukan pendampingan.
"Karena perkara ini anak di bawah umur, kita pantau dulu bisa enggak Diproses, karena Kalau di bawah 12 tahun, enggak bisa," ungkapnya.

Sementara, orang tua korban Hendri Dunan mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan orang tua terlapor, dan bersepakat untuk berdamai. Pihak keluarga terlapor pun sudah datang menemui Hendri untuk meminta maaf.
"Udah beres, diselesaikan secara keluargaan, damai," ujarnya saat dihubungi Lasmpost.co.
Saat ini, pihaknya masih dalam proses pencabutan perkara tersebut di kepolisian. 

Kepala Bapas Bandar Lampung Ike Rahmawati mengatakan,  perkara anak, penting mengedepankan upaya mediasi antara pelapor dan terlapor, agar sanksi pidana bisa dihindari.
Diberitakan sebelumnya, Hendri Dunan warga Rajabasa, melapor ke Mapolsek Kedaton, karena anaknya berinsial DS (14), dikeroyok oleh sekelompok anak-anak lainnya, yang jumlahnya 5 orang.

Hendri melaporkan kejadian yang kini videonya, juga beredar di aplikasi wassap, ke Mapolsek Kedaton dengan nomor perkara LP/308/III/2018/LPG/Resta Balam sektor Kedaton, Rabu (13/3/2019).

Berita Terkait: Tak Terima Anaknya Dikeroyok, Ayah di Rajabasa Lapor ke Polisi

"Awalnya saya enggak tahu, karena pas pulang sekolah kayak kotor, lecet dikit, saya curiga kayak habis berantem, dia enggak mau cerita," ujarnya Rabu (13/3/2019).
Dari keterangan Hendri, ia mengetahui sekitar 5 orang yang mengeroyok anaknya,  yakni  RZ, DV, YA,YI, dan AN, warga sekitar dan diduga kerap melakukan penganiayaan terhadap DS dan teman sekolah lainnya.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR