BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pasca-penganiayaan seniman mural, jalur underpass dari Rajabasa menuju Tanjungkarang dibuka kembali, karena pengerjaan lukisan dihentikan sementara.

Satlantas Polresta Bandar Lampung masih menunggu koordinasi dari Polsek Kedaton, Pemkot Bandar Lampung, dan juga para seniman mural, terkait kapan jalur underpass ditutup lagi, untuk melanjutkan pengerjaan lukisan bawah laut.



Baca juga: Kronologi Seniman Mural Underpass Dianiaya Kelompok Tak Dikenal

Baca juga: Pengerjaan Mural Underpass Unila Sudah Capai 50 Persen

Ia menambahkan, sementara dibuka untuk memperlancar arus lalu lintas, karena pengerjaan belum kembali dilakukan.

"Ini masih nunggu hasil pemeriksaan di Polsek Kedaton, kemudian kesiapan Pemkot Bandar Lampung, Polsek, dan pelukis. Kalau sudah baru, kita lakukan rekayasa kembali dengan menutup jalur," ujar Kasatlantas Polresta Bandar Lampung AKP Reza Khomeini melalui Kanit Turjawali Iptu M. Annis, Senin 16 September 2019.

Ia membahkan, peran dan tanggung jawab satlantas Polresta Bandar Lampung hanya pada pengaturan dan rekayasa lalu lintas, pada jam kerja yakni dari pagi hari hingga sekitar pukul 22.00 WIB.

"Sehingga kalau ada kejadian memang kewenangan dari pihak Polsek setempat, mengingat kejadian kemarin juga dini hari," tambahnya.

Sebelumnya, seniman mural dianiaya dan dikeroyok oleh sejumlah orang pada Minggu 15 September 2019, dini hari.

Akibat peristiwa tersebut, salah satu seniman Andre mengalami luka di bagian kepala dan pelipis, alat, dan sepeda motor mereka pun dirusak.

Polsek Kedaton sendiri mengamankan Tri Julianta (27), salah satu pelaku. Akibatnya para seniman mural pun untuk sementara menghentikan pengerjaan lukisan di underpass Unila.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR