KALIANDA (Lampost.co) -- Pengerjaan proyek jalan tol trans-Sumatera (JTTS) di STA 45+900 di Desa Rantauminyak, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, masih terkendala pembebasan lahan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Lampost.co, sebanyak dua bidang seluas sekitar 5.000 meter persegi, hingga kini belum dibebaskan atau di bayar ganti rugi. Akibatnya, satu jalur ruas JTTS di daerah setempat tidak selesai di lakukan pengerjaannya.



Kepala proyek PT. Waskita Karya STA 39-52, Marsesa Edward mengatakan dua bidang lahan tambahan di Desa Rantauminyak belum dibebasakan. "Dua bidang milik masyarakat belum dibayar ganti ruginya, tidak tahu kendalanya," kata dia, Minggu (20/5/2018).

Dijelaskannya, meskipun satu jalur tidak bisa dikerjakan, namun pengerjaan JTTS di daerah setempat tidak terkendala. "Tidak terkendala, karena masih bisa lewat," ujarnya.

Sedangkan keseluruhan lahan hutan register 40 di Desa Batuliman Indah dan Tanjungratu, Kecamatan Katibung, sudah selesai di eksekusi. "Kalau di hutan register 40 sudah selesai semua di eksekusi," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Rantauminyak, Wartono mengatakan kedua bidang milik warga setempat yang belum dibayar merupakan lahan tambahan. "Tidak ada masalah kalau soal harga, hanya belum dibayar saja," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR