KOTABUMI (Lampost.co) -- Dengan mengenalkan ragam makanan dari sumber daya lokal yang bergizi pada masyarakat, secara tidak langsung akan menurunkan tingkat ketergantungan masyarakat terhadap bahan makanan tertentu seperti beras, terigu maupun produk turunannya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Utara, Rendra Yusfie, di ruang kerjanya, Senin (6/8/2018) mengatakan dengan mengenalkan ragam makanan dari sumber daya lokal yang bergizi ke masyarakat, seperti umbi-umbian, jagung maupun makanan lokal lainnya yang tercakup dalam program menu beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). Secara tidak langsung akan menurunkan tingkat ketergantungan keluarga akan bahan makanan pokok tertentu seperti beras dan terigu serta produk turunannya.



Selain itu, dengan mengenalkan ragam makanan dari sumber daya lokal yang ada, dia berharap, masyarakat akan terdorong untuk lebih berkreasi dalam penyajian manu makanan. Dan secara tidak langsung akan mendorong pengembangan usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ada di daerah.

Baca Juga:

Dinas Ketahanan Pangan Lampura Gandeng PKK Promosikan Bahan Pangan Lokal

"Tujuan dari pelaksanaan program B2SA selain meningkatkan derajat kesehatan anggota keluarga dengan mengkonsumsi ragam makanan lokal yang bergizi dan banyak tersedia di wilayah. Program ini juga untuk menurunkan ketergantungan pada makanan berbahan baku beras dan terigu serta menciptakan peluang usaha baru bagi pelaku UMKM yang ini tentunya akan menambah penghasilan bagi keluarga," kata Rendra.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR