BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Dua orang yang berada di dalam mobil Corrola yang mengalami lakalantas, yakni Agus Muhtiar, warga Gunung Batin, Terusan Nunyai, Lampung Tengah, dan Agus Dwi Ferdiansyah, warga Rukti Endah, Seputih Rahman, Lampung Tengah, diduga merupakan oknum polisi.

Informasi yang dihimpun lampost.co, keduanya berdinas di Direktorat Sabhara Polda Lampung. Pemantauan lampost.co, Minggu dini hari (22/4/2018) terlihat beberapa personel Ditsabhara yang menggunakan seragam dinas, maupun rekan pengemudi yang juga anggota polisi berada di lokasi tersebut untuk mengecek kejadian.



Selanjutnya keduanya, memberikan KTP dan menjamin akan memberikan ganti rugi kepada Waluyo, pemilik warung pecel lele yang ditabrak mobil tersebut.

"Dua-duanya polisi katanya, ya saya sih yang penting ada ganti rugi. KTP juga sudah sama saya, yang Afif Muhtiar juga di KTP-nya polisi," ujar Waluyo.

Mobil tersebut akhirnya berhasil di derek dengan alat berat pada pukul 03.00 WIB.

Terpisah, Wadir Sabhara Polda Lampung AKBP Prianto Teguh Nugroho, belum mengetahui kejadian tersebut. "Belum dapat kabar, nanti saya cek," katanya saat dikonfirmasi.

Selain itu juga akan memastikan apakah dua orang yang berada pada mobil tersebut, merupakan anak buahnya dan dalam keadaan tak normal saat mengendarai mobil tersebut. "Kita pastikan lagi," kata mantan Kapolres Mesuji itu.

Sebelumnya, satu unit mobil Corolla Altis warna putih dengan nomor polisi B 1379 PKU, menabrak warung pecel lele, sekaligus tambal ban yang terletak di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Sawah Brebes, Tanjungkarang Pusat, dekat pertigaan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, Minggu dini hari (22/4/2018). Warung pecel lele tersebut milik pasangan suami istri Waluyo dan Eka.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR